UNAIR NEWS – Albert Rafael Mahasiswa Prodi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (TRKB) 2022, baru saja melewatkan perjalanannya dalam ajang pemilihan mahasiswa berprestasi Universitas Airlangga (UNAIR) 2025, (31/5/2025) di ASEEC Tower. Albert berhasil meraih peringkat kedua, naik satu peringkat dari capaian 2024 lalu dalam ajang yang sama. Namun ada cerita menarik dalam pemilihan mawapres UNAIR yang ia ikuti.
Angkat Model Bisnis Sistemik Berbasis Deep Learning Problem Rantai Pasok Rumput Laut
Lewat gagasannya, Albert membawa gagasan “Model Bisnis Sistemik Berbasis Deep Learning untuk Revitalisasi Rantai Pasok Rumput Laut”. Gagasan ini menjadi kerangka Neo-sosioekonomi menuju ekonomi maritim berkelanjutan di Indonesia. Dalam waktu lima menit, Albert menjelaskan gagasannya kepada 6 juri mawapres. Berawal dari latar belakang masalah kondisi kemiskinan nelayan di Indonesia.

Sebagai negara maritim, keberadaan nelayan dan petani rumput laut tidak selaras dengan status produsen rumput laut besar dunia. Bahkan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyebut Indonesia jadi produsen rumput laut dengan 10,7 juta ton pada tahun 2022. Juga kualitas rumput laut yang kurang dari standar industri.
Fakta ini menjadi ide menarik dengan melahirkan gagasan model bisnis sistemik untuk merevitalisasi rantai pasok rumput laut. Menurut Albert, rantai pasok menjadi fokus utamanya, melihat masalah ini tidak bisa terselesaikan dengan satu stakeholder.
Inovasi Gunakan Quadruple Helix dan Deep Learning
Quadruple helix adalah adalah model inovasi yang melibatkan kolaborasi antara empat elemen: pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat/pengguna. Menurut alumni SMAN 6 Surabaya ini, pada level masyarakat bisa memanfaatkan koperasi digital. Lalu pada level pemerintah, menyelaraskan dengan kebijakan makro. Selanjutnya pada aspek akademisi, berperan menyusun praktik terbaik akuakultur. Berikutnya pada sektor industri, melakukan standarisasi mutu berbasis kecerdasan buatan.
Sementara itu, sistem prediktif terintegrasi menggunakan deep learning untuk menganalisis kualitas rumput laut secara objektif dengan citra visual. Bahkan akurasinya 96 persen. Juga bisa gantikan penilaian subjektif tengkulak. Platform ini memprediksi dinamika pasar global dan memberikan rekomendasi real-time kepada petani. Ini juga memungkinkan akses langsung ke industri hilir dan berpotensi meningkatkan pendapatan sampai 30 persen.
Nyaris Mundur dari Seleksi Akhir Mawapres
Siapa yang menyangka kalau Duta FTMM UNAIR periode 2023 ini mengaku nyaris mundur dalam seleksi final mawapres. Ini karena jadwalnya bentrok dengan kesibukannya pada acara Osaka World Expo 2025, yang berlangsung 16-28 Mei 2025 lalu. “Akhirnya saya komunikasi dengan Bu Edith Frederika Puruhito (juri) untuk menyesuaikan jadwalnya,” ujar Albert.
Albert bilang jadwal final mawapres memang beberapa kali berubah. Sehingga akhirnya final berlangsung 31 Mei 2025 di ASEEC Tower. Beruntung, pada final mawapres Albert mendapat dukungan dari sejumlah mahasiswa TRKB. Juga dukungan dari Garuda Sakti. Dari hasil final, Diah Anggraerni Nurkhalisa dari Fakultas Hukum terpilih sebagai juara 1. Dan Albert juara kedua.
Dengan hasil ini, Albert bilang kalau berprestasi itu bukan tujuan akhir. Namun sebagai bonus ketika punya niat baik berkontribusi dan membantu banyak orang diluar sana.
Penulis: Andri Hariyanto
Editor: Yulia Rohmawati





