Universitas Airlangga Official Website

Angkat Isu Lingkungan, Mahasiswa UNAIR Juara 1 Nasional Lewat Inovasi Penjualan Kredit Karbon Berbasis Blockchain

Tim mahasiswa FEB UNAIR usai menerima penghargaan Juara 1 Syariah Business Plan Competition dalam ajang Sharia Economics Celebration 18th yang diselenggarakan oleh KSEI FEB Universitas Negeri Jakarta (UNJ), ( 18/10/2025). (Dokum: Istimewa)
Tim mahasiswa FEB UNAIR usai menerima penghargaan Juara 1 Syariah Business Plan Competition dalam ajang Sharia Economics Celebration 18th yang diselenggarakan oleh KSEI FEB Universitas Negeri Jakarta (UNJ), ( 18/10/2025). (Dokum: Istimewa)

UNAIR NEWS – Tiga mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Mereka adalah Alfino Sindu Prasetya, Faiza Aulia Afifah, dan Muhammad Rauf Alfarizi. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR, yang berhasil meraih Juara 1 Syariah Business Plan Competition dalam ajang Sharia Economics Celebration 18th. Kompetisis ini persembahan Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) FEB Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Melalui ide bisnis bertajuk jual beli kredit karbon berbasis teknologi blockchain, tim ini menghadirkan gagasan perdagangan karbon yang berwawasan lingkungan dan mendukung inklusivitas investasi hijau. Dalam konsep tersebut, lahan sawit yang memiliki potensi menyerap karbon disertifikasi dan dikonversi menjadi token digital. Setiap token mewakili satu ton karbon yang dapat diperjualbelikan.

Tim mahasiswa FEB UNAIR saat memaparkan ide bisnis jual beli karbon berbasis blockchain di UNJ, Jumat (17/10/2025). (Foto: Istimewa)
Bangun Investasi Hijau Syariah

Gagasan tersebut lahir dari kepedulian tim terhadap isu emisi gas rumah kaca yang kian meningkat di Indonesia. Mereka melihat bahwa lahan yang memiliki potensi serapan karbon dapat menjadi sumber ekonomi baru jika pengelolaannya dengan cara yang tepat. Melalui sistem tokenisasi karbon, masyarakat, termasuk petani pemilik lahan, dapat berpartisipasi dalam perdagangan karbon dan memperoleh nilai ekonomi dari aset yang mereka miliki.

Rauf menjelaskan bahwa ide ini tidak hanya berfokus pada isu lingkungan, tetapi juga pada inklusi ekonomi masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan solusi bagi masalah emisi gas rumah kaca sekaligus memperluas akses investasi hijau berbasis syariah,” ujarnya.

Sementara itu, Alfino menambahkan bahwa timnya ingin menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi hijau berbasis syariah. “Kami ingin Indonesia bisa menjadi market leader di bidang ekonomi hijau dan energi terbarukan. Terlebih lagi, melalui perdagangan karbon berbasis syariah,” jelasnya.

Perkuat Strategi Pemasaran Bisnis

Tidak hanya berhenti pada ide, tim juga menyiapkan strategi pemasaran yang matang agar penerapan bisnis tersebut nerjalan nyata. Faiza menjelaskan bahwa target pasar dari bisnis ini cukup luas, mulai dari masyarakat berusia 20 tahun ke atas hingga investor yang tertarik pada sektor hijau.

“Kami menggunakan strategi marketing mix dengan harga yang dinamis namun tetap stabil. Platform-nya berbasis website dan aplikasi agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses,” terangnya.

Melalui strategi tersebut, tim berharap inovasi ini dapat menjadi jembatan menuju sistem perdagangan karbon syariah yang transparan dan bernilai ekonomi tinggi. Selain memperkuat posisi Indonesia di pasar karbon global, inovasi ini juga mereka harapkan mampu menggerakkan perekonomian dari sektor berbasis lingkungan.

Penulis: Era Fazira

Editor: Ragil Kukuh Imanto