UNAIR NEWS – LAMONGAN – Kesenjangan akses teknologi dan literasi digital di wilayah pedesaan masih menjadi tantangan besar dalam upaya mencapai pemerataan kualitas pendidikan nasional. Kondisi ini sering kali membuat siswa di pelosok memiliki daya saing yang berbeda dibandingkan siswa di wilayah perkotaan. Menanggapi permasalahan tersebut, mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) di Desa Supenuh, Kabupaten Lamongan, menginisiasi sebuah program inovatif bertajuk SMARTCODE (Smart Thinking Through Coding Education).
Kegiatan yang dilaksanakan secara intensif pada 13–15 Januari 2026 ini menyasar 40 siswa kelas 5 dan 6 serta 10 tenaga pendidik di SDN Supenuh. Berdasarkan hasil observasi awal, mahasiswa menemukan bahwa meskipun siswa memiliki minat belajar yang tinggi, paparan terhadap teknologi informatika dan metode berpikir sistematis masih sangat minim. Hal ini mengakibatkan kemampuan pemecahan masalah secara logis belum terasah secara optimal di lingkungan sekolah tersebut.

Gambar 1. Penyampain materi coding kepada guru SDN Supenuh
Sebagai solusi konkret, tim BBK 7 UNAIR menghadirkan pelatihan coding yang dirancang khusus untuk anak usia sekolah dasar dengan menggunakan bahasa pemrograman Python. Pemilihan Python didasarkan pada sintaksisnya yang sederhana dan menyerupai bahasa manusia, sehingga sangat cocok bagi pemula. Fokus utama SMARTCODE adalah menanamkan kemampuan berpikir komputasional (computational thinking). Melalui bimbingan mahasiswa, para siswa diajak mempraktikkan cara menyusun algoritma, memahami struktur data dasar, dan memecahkan tantangan logika menggunakan baris kode Python yang interaktif.
Dampak nyata dari program ini terlihat secara signifikan pada perubahan pola pikir siswa. Melalui skema sebab-akibat yang jelas, pelatihan Python ini berhasil meningkatkan ketangkasan siswa dalam mengurai masalah kompleks menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah diselesaikan. Siswa yang awalnya merasa asing dengan dunia pemrograman kini menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu menyusun instruksi logika mandiri melalui kode program. Peningkatan kepercayaan diri siswa dalam berinteraksi dengan teknologi menjadi indikator keberhasilan transformasi pendidikan di tingkat desa ini.

Gambar 2. Penyampaian materi coding kepada siswa kelas 5-6 SDN Supenuh
Selain itu, para guru dibekali dengan modul pengajaran berbasis logika digital untuk menjamin keberlanjutan program. Inisiatif ini merupakan kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Dengan memperkecil celah literasi teknologi melalui pengenalan Python di pedesaan, BBK 7 UNAIR berupaya memastikan setiap anak memiliki akses terhadap pendidikan teknologi yang relevan demi menghadapi tantangan masa depan.
Berita ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas.
#SDGs #SDG4 #UNAIRFORSDGs #LiterasiDigital #PythonCoding #BBK7UNAIR #BBK7UNAIR #UniversitasAirlangga #UNAIR HEBAT #UNAIRWCU
Penulis : Tim SUPENUH KKNUA





