UNAIR NEWS – Si kembar dari FKM Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan membanggakan di kancah nasional. Tim yang diketuai oleh Shelly Aprilia Nur Laili dengan anggota tim yaitu Shella Aprilia Nur Laili berhasil merengkuh prestasi membanggakan. Mereka berhasil meraih Juara I HEALTHIC (Health Creative Competition)” yang terselenggara oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia tahun 2026. Lomba ini mengusung tema besar mengenai “Literasi Kesehatan Masyarakat di Era Digital”. Lomba ini menekankan pentingnya upaya promotive dan preventif dalam melawan hoaks di era digital”.
Usung Multimodal AI dan Retrieval-Augmented Generation (RAG)
Shelly dan timnya mengusung Multimodal AI dan Retrieval-Augmented Generation (RAG) dengan judul essay SEMAR: Sistem Edukasi Berbasis Multimodal AI dan Retrieval-Augmented untuk Neutralisasi Vaccine Hesitancy dan Infodemi Imunisasi pada Ibu Pesisir Jawa Timur.
“Motivasi ini berangkat dari masih rendahnya cakupan vaksinasi di pesisir Jawa Timu. Apalagi maraknya informasi hoaks terkait vaksin itu sendiri yang membuat kebanyakan ibu ragu untuk melakukan vaksinasi,” ungkap Shella.
Kemudian, tim ini menyarankan aplikasi SEMAR untuk mengoptimalisasi cakupan vaksinasi dan penguatan informasi terkait imunisasi di pesisir Jawa Timur mengingat semakin tingginya penyakit pada anak yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi. Prestasi ini semakin menunjukkan bahwa mahasiswa UNAIR tidak mampu bersaing tetapi juga berkontribusi nyata dalam menyelesaikan persoalan kesehatan di Indonesia.
Tantangan Waktu dan Strategi
Shelly menceritakan bahwa timnya sempat mengalami beberapa kendala dalam proses lomba seperti konsistensi lomba dan manajemen waktu. Apalagi, mengingat kedua mahasiswa ini merupakan mahasiswa semester 6. “Kami baru menyelesaikan esai SEMAR pada pukul 23.00. Di mana, hari itu bertepatan dengan hari deadline akhir esai karena bebarengan dengan banyaknya tugas yang harus kami kumpulkan juga,” papar Shelly
Namun, kerja keras dan kerja sama antar tim membuahkan hasil yang awal nya tidak pernah disangka oleh kedua belah pihak. Kemenangan ini menjadi kenangan yang tidak terlupakan sekaligus kenangan membanggakan usai mengalami kegagalan dalam lomba yang pernah diikuti.
Penulis: Gerhana Sabrang





