Universitas Airlangga Official Website

Bahas Isu Kebinekaan Kapolri Beri Kuliah Umum di UNAIR

Kapolri Jenderal Polisi Drs. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. saat memberikan orasi. (Foto: UNAIR NEWS)

UNAIR NEWS – Isu tentang kebinekaan yang sempat mengisi publik media akhir-akhir ini, memang menarik untuk terus diamati, terlebih ada peran pemerintah yang turut serta terlibat. Untuk itu, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menggelar kuliah umum di Aula Garuda Mukti Kantor Manajemen Universitas Airlangga, Kamis (29/12).

Kuliah umum yang dihadiri oleh seluruh elemen sivitas akademika UNAIR tersebut diisi langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D. Di Awal paparannya, Tito menyatakan bahwa kebinekaan merupakan bagian yang tidak bisa terlepaskan dari Indonesia. Baginya, berbagai insiden yang baru saja mewarnai publik negeri merupakan sebuah keniscayaan dari kehidupan bangsa yang majemuk. Tito pun juga menambahkan bahwa dengan keberagaman inilah bangsa Indonesia bisa bersatu.

“Keberagaman di negara kita ini adalah takdir. Tidak banyak negara di dunia ini yang seperti kita. Keberagaman inilah yang menjadi fondasi terbentuknya negara kita,” terangnya.

Jenderal kelahiran Palembang, 26 Oktober 1964 tersebut menambahkan bahwa kebinekaan merupakan potensi bagi Indonesia untuk maju dan juga potensi yang bisa memecah belah. Selain itu, ia juga memaparkan tentang demokratisasi dan perkembangannya. Baginya, dampak positif dari adanya demokrasi di negara yang sangat majemuk ini bisa menjaga keseimbangan dan peran rakyat yang menguat. Namun, Tito juga menambahkan, bahwa sistem demokrasi yang terlalu bebas bisa berdampak negatif, misalnya primordialisme dan kebebasan yang kebablasan.

“Hari ini kebebasan yang kebablasan sudah merambah pada banyak hal, media misalnya,” ujarnya.

Pada penghujung orasi, doktoral Nanyang Technological University Singapura tersebut menyampaikan, sebagai negara besar, Indonesia membutuhkan  pemimpin yang kuat, bersih dari korupsi, dan memiliki kemampuan kepemimpinan yang mampu merangkul semua kelompok serta bisa menyatukan keberagaman.

“Ini tanggung jawab kita bersama untuk menjaga stabilitas nasional dan meminimalisir konflik agar pembangunan terus bisa berlanjut,” jelasnya.  “Jaga terus kebinekaan dan sosialisasikan 4 pilar Pancasila, Bineka, NKRI dan Undang-undang,” pungkasnya.(*)

Penulis: Nuri Hermawan
Editor: Dilan Salsabila