UNAIR NEWS – Airlangga Global Engagement Universitas Airlangga (AGE UNAIR) berupaya untuk fokus pada internasionalisasi, menjalin kemitraan global, serta mengelola program pertukaran mahasiswa dan riset internasional. Kali ini, UNAIR menerima kunjungan resmi dari delegasi Embassy of Sweden Jakarta pada Jumat (13/2/2026) di Ruang Banten, ASEEC TOWER, Kampus Dharmawangsa – B Universitas Airlangga.
Hadir dalam kunjungan kali ini, Daniel Blockert, Ambassador of Sweden to Indonesia, Timor-Leste and ASEAN dan ketiga delegasi lain dari Embassy of Sweden Jakarta. Serta jajaran petinggi UNAIR dan perwakilan dari pihak AGE UNAIR.
Peluang Kolaborasi
Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof Ir Mochammad Amin Alamsjah MSi PhD menjelaskan seputar UNAIR untuk memulai diskusi. Ia menyebutkan bahwa diskusi ini akan membawa perubahan yang signifikan pada riset dan kerja sama yang terjalin. “Kami berharap diskusi ini dapat membawa lebih banyak peluang untuk menciptakan kolaborasi antara mahasiswa Indonesia dan Swedia,” jelasnya.
Daniel Blockert menjelaskan bahwa besar kemungkinan peluang kolaborasi yang dapat terjalin antara mitra Swedia dengan Indonesia. Menurutnya, minat menjalin kolaborasi ini semakin naik dari tahun ke tahun. “Saya tekankan ketika kami berbicara tentang pendidikan di sini adalah bahwa saya melihat minat yang sangat besar dari universitas dan institusi Swedia untuk mencari mitra di sini. Ada minat untuk mencari mitra di Asia Tenggara secara umum, tetapi banyak dari mereka secara khusus melihat Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa mahasiswa Indonesia memiliki peluang besar untuk melakukan pertukaran pelajar. Banyak universitas di Swedia yang mencari mahasiswa Indonesia.
“Mereka sangat dicari, sangat populer di antara universitas-universitas, memiliki reputasi sebagai mahasiswa yang sangat ambisius dan benar-benar memaksimalkan studinya,” tekannya.

Fakultas Unggulan UNAIR
Dalam kesempatan kali ini, beberapa petinggi fakultas memaparkan program unggulannya untuk membuka peluang kolaborasi dengan mitra Swedia. Mulai dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Keperawatan, dan lainnya.
“Ini saling menguntungkan. Banyak penelitian tentang masalah keberlanjutan, masalah lingkungan, mencari solusi teknis untuk masalah seperti itu dan mereka butuh kolaborasi, mereka butuh informasi, mereka butuh keahlian dari pasar dan tempat lain. Indonesia adalah contoh yang bagus karena negara ini besar. Saya tahu mereka ingin memperdalam kolaborasi dan saya pikir itu adalah langkah logis untuk memperluas hasilnya agar mitra dapat tertarik,” tegas Blockert menanggapi program unggulan fakultas di UNAIR.
Penulis: Putri Andini
Editor: Khefti Al Mawalia





