Universitas Airlangga Official Website

Bahasa dan Sastra Inggris UNAIR Sambut EDSA Day 2025 sebagai Ajang Pengembangan Kompetensi Mahasiswa

Perwakilan dosen Departemen Bahasa dan Sastra Inggris FIB UNAIR memotong pita sebagai simbol dimulainya rangkaian exhibition Helang–Helit dalam EDSA Day 2025. (FOTO: Panitia)
Perwakilan dosen Departemen Bahasa dan Sastra Inggris FIB UNAIR memotong pita sebagai simbol dimulainya rangkaian exhibition Helang–Helit dalam EDSA Day 2025. (FOTO: Panitia)

UNAIR NEWS – EDSA Day 2025 resmi digelar sebagai bagian dari puncak Dies Natalis Departemen Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR). Gelaran berlangsung di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya pada Senin (1/12/2025).

Acara EDSA Day 2025 menampilkan pameran bertema perjalanan perkembangan bahasa Inggris melalui sepuluh booth exhibition Helang–Helit. Acara itu menggambarkan era Old English hingga Present English. Selain itu, terdapat lima judul drama mahasiswa sebagai proyek akademik yang dipentaskan di panggung utama, dan rangkaian kompetisi Shakesperior yang berlangsung sejak bulan November. Seluruh rangkaian berlangsung sepanjang hari, mulai dari exhibition, pertunjukan seni, talkshow Back in Time, apresiasi dosen, awarding night, hingga penutupan yang ditandai dengan penampilan ENITE sebagai malam puncak.

Ketua Himpunan Mahasiswa Departemen Bahasa dan Sastra Inggris, Alya Supandi Putri menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia juga menggarisbawahi makna kebersamaan dalam momentum perayaan tahunan ini.

Alya menyebut EDSA Day sebagai ruang yang mempererat hubungan antar mahasiswa, alumni, dan civitas akademika Bahasa dan Sastra Inggris UNAIR. “Acara ini bisa jadi rumah bagi kita setiap tahunnya. Sebagai momentum kebersamaan dengan alumni, dosen, dan seluruh keluarga besar Bahasa dan Sastra Inggris,” ujarnya.

Alya juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada sponsor, media, serta dukungan dosen dan mahasiswa yang menyiapkan acara dari jauh hari.

Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris FIB UNAIR, Dr Laili Hamidah SS MHum, saat memberikan sambutan pada pembukaan EDSA Day 2025 di Gedung Cak Durasim, Surabaya. (FOTO: Panitia)

Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris UNAIR, Dr Layli Hamida SS MHum, juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen pengampu dan mahasiswa yang telah berproses dalam mempersiapkan karya mereka. Ia menekankan bahwa integrasi mata kuliah sejarah bahasa dan sastra dengan pertunjukan tahunan menjadi wadah pembelajaran yang komprehensif bagi mahasiswa.

“Mahasiswa kami menunjukkan kemampuannya, tidak hanya dalam performa bahasa Inggris, tetapi juga dalam manajemen panggung dan penulisan skrip,” ujar Dr Layli.

Lebih lanjut, Dr Layli berharap seluruh proses yang dilalui mahasiswa dalam penyelenggaraan EDSA Day dapat menjadi bekal yang bermanfaat untuk masa depan. Ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut dapat terus terselenggara setiap tahun dan menjadi tradisi yang semakin kuat dalam membangun kebanggaan terhadap Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris UNAIR.

“Semoga semua yang kalian lakukan ini bisa menjadi portofolio yang bagus, dan semoga kita bisa berjumpa kembali pada EDSA Day tahun depan,” tuturnya.

Dengan dukungan penuh dari civitas akademika dan antusiasme mahasiswa, EDSA Day menjadi wujud nyata komitmen FIB UNAIR dalam mencetak generasi yang tak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kreatif dan profesional di dunia industri kreatif.

Penulis: Tsabita Nuha Zahidah

Editor: Khefti Al Mawalia