Universitas Airlangga Official Website

Banjir Jakarta 2024, Leptospirosis Mengancam

Ilsutrasi Leptospirosis (foto: dok istimewa)

Beberapa daerah di Jakarta pada Tahun 2024 kembali diguyur hujan yang deras dan berhari-hari yang menyebabkan beberapa daerah di Jakarta mengalami Banjir. Banjir di beberapa kota ini tidak hanya mengganggu kegiatan sehari-hari juga mengecam kesehatan yang perlu di waspadai. Salah satu penyakit yang perlu di waspadai saat banjir tiba adalah penyakit leptospirosis yang sering kita sebut flood fever atau demam banjir. Penyakit leptospirosis ini banyak ditularkan oleh tikus got. Penyakit ini menyebar melalui kontak dengan air yang terkontaminasi uleh tikus atau hewan lain yang terinfeksi oleh bakteri leptospira.

Leptospirosis adalah salah satu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia maupun sebaliknya yang biasa kita sebut dengan penyakit zoonosis. Penyakit Leptospirosis ini sering terjadi di daerah tropis dan subtropis dengan curah hujan yang tinggi (WHO 2003; Purnama dan Hartono, 2022). Penyakit leptospirosis memang sering terjadi di wilayah Perkotaan dan pedesaan. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri leptospira. Penularan leptopspira dapat terjadi akibat kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi leptospira atau secara tidak langsung melalui kontak dengan genangan air yang terkontaminasi urin yang terinfeksi leptospira. Bakteri leptospira dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang luka atau membran mukosa (Kusmiyati dkk, 2005; Aziz dan Suwandi, 2019). Menurut Samekto (2019) faktor kejadian penyakit leptospirosis ialah keberadaan tikus sekitaran rumah, infeksi ini akibat sering adanya tikus. Tikus sebagai hewan pembawa penyakit leptospirosis. Gejala klinis yang ditimbulkan oleh penyakit ini mirip dengan demam dengue, malaria, dan demam akut, namun ciri khas dari penyakit ini adalah penyakit biphasic bahkan dapat menyebabkan kematian (Kemenkes, 2019).

Menurut Kemenkes pada surat keputusan edaran No: HK.02.02/C/5491/2022 Pencegahan leptospirosis ini dapat dengan masyarakat melakukan kegiatan dengan sebagai berikut: 1) Menyimpan makanan, minuman dan bahan makanan dengan baik agar terhindar dari jangkauan dan kontaminasi tikus. 2) Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan sesudah bekerja di sawah, kebun, sampah, selokan, dan tempat tercemar lainnya. 3) Menjaga kebersihan lingkungan dengan cara meniadakan perkembangbiakan habitat tikus; 4) Menyediakan dan menutup rapat tempat sampah. 5) Menghindari adanya tikus di dalam rumah atau gedung dengan meningkatkan trapping/penangkapan tikus. 6) Menutup luka atau lecet dengan pembalut kedap air, terutama sebelum bersentuhan dengan tanah, lumpur, atau air yang mungkin dicemari kencing tikus. 7) Memakai alas kaki setiap keluar di tempat basah dan berair. 8) Melakukan kegiatan pengendalian tikus di tempat-tempat umum, seperti pasar, terminal dan tempat rekreasi.

    Nama : Robby Wijayanto