Universitas Airlangga Official Website

Bawang Dayak Dapat Memperbaiki Kesuburan Jantan yang Dipapar Monosodium Glutamat (MSG)

Monosodium glutamat (MSG) merupakan salah satu bahan penambah makanan yang umum digunakan, terutama pada makanan komersial. Itu Penggunaan MSG telah lazim selama lebih dari 100 tahun dan mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Konsumsi MSG tercapai 9,62 g/kapita/hari pada tahun 2011, dibandingkan dengan hanya 1,53 g/kapita/hari pada tahun 1998. Konsumsi MSG dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan penumpukannya di dalam tubuh sehingga menimbulkan berbagai dampak pada jaringan atau organ, termasuk kerusakan sistem reproduksi dan infertilitas. Infertilitas akibat konsumsi MSG kronis disebabkan oleh pembentukan spesies oksigen reaktif (ROS) di testis. Produksi ROS yang berlebihan menyebabkan stres oksidatif dan peroksidasi membran lipid, yang ditandai dengan peningkatan kadar malondialdehid (MDA) dan penurunan kadar glutathione (GSH).

Konsisten dengan penelitian Luqman et al., yang menemukan bahwa pemberian MSG 4 mg/gBB pada tikus (Mus musculus) menyebabkan peningkatan kadar MDA dan nekrosis sel Leydig. Pengurangan jumlah sel Leydig dan tubulus seminiferous dan diameter terjadi karena gangguan hormonal yang disebabkan oleh pembentukan radikal bebas. Glutamat berlebih asam meningkatkan ekspresi reseptor glutamat mGluR, iGluR, dan NMDAR, yang menyebabkan pelepasan Ca2+ ke dalam sel dan jaringan yang dimediasi oleh produksi oksida nitrat (NO), mengakibatkan disfungsi mitokondria dan superoksida produksi. Reaksi antara NO dan superoksida dapat menyebabkan peroksidasi lipid, kerusakan DNA langsung, dan disfungsi protein. Reseptor mGluR juga mengaktifkan jalur fosfolipase C (PLC) melalui aktivitas protein G, memproduksi inositol trisfosfat (IP3) dan meningkatkan Ca2+ intraseluler, menyebabkan aktivasi reseptor NMDAR dan peningkatan Ca2+ intraseluler. Mekanisme ini meningkatkan produksi ROS dan menyebabkan eksitotoksisitas pada neuron.

Stres oksidatif neuron menyebabkan kerusakan pada poros hipotalamus-hipofisis-testis, sehingga mempengaruhi stimulasi folikel hormon (FSH) dan hormon luteinizing (LH). Penelitian Kalsum dkk. menunjukkan bahwa pemberian oral 4 mg/gBB MSG selama 30 hari pada mencit jantan menyebabkan penurunan tubulus seminiferus. diameter dan jumlah sel spermatogenik karena stres oksidatif. Upaya mengurangi stres oksidatif akibat radikal bebas dapat dilakukan melalui pemberian antioksidan. Antioksidan dapat menetralkan radikal bebas yang tidak stabil dengan mendonorkan elektronnya. Tanaman yang mengandung antioksidan dapat berfungsi sebagai antioksidan alami untuk menangkal radikal bebas. Salah satu tanaman tersebut adalah bawang dayak (Eleutherine palmifolia). Bawang dayak mengandung senyawa antioksidan seperti flavonoid, tanin, dan fenol.

Penelitian lain oleh Gayatri et al. didapatkan bahwa pemberian ekstrak etanol bawang dayak dengan dosis 30, 60, dan 120 mg/kg BB pada mencit jantan yang diinduksi timbal asetat selama 35 hari meningkatkan diameter tubulus seminiferus pada tikus. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol bawang dayak dengan berbagai dosis untuk menjaga jumlah sel Leydig dan diameter tubulus seminiferus pada tikus yang terpapar MSG. Etanol Ekstrak bawang dayak diharapkan dapat mencegah atau mengurangi toksisitas yang ditimbulkan oleh monosodium glutamat.

Sebanyak 25 ekor mencit dibagi menjadi 5 kelompok. Grup C- hanya menerima 0,5% CMC-Na. Grup C+ diberikan CMC-Na 0,5% dan MSG 4 mg/gBB/hari. Kelompok T1, T2, dan T3 diberikan bawang dayak (Eleutherine palmifolia) ekstrak etanol masing-masing dosis 30, 60, dan 120 mg/kgBB/hari, serta MSG 4 mg/gBB/hari. Semua perlakuan diberikan secara oral selama 52 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan MSG mengakibatkan penurunan jumlah sel Leydig dan sel secara signifikan diameter tubulus seminiferus pada kelompok C+ dibandingkan dengan kelompok C- (p<0,05). Pemberian  ekstrak etanol bawang dayak merah (Eleutherine palmifolia) pada dosis 30 (T1), 60 (T2), dan 120 mg (T3) per kg BB menunjukkan hasil yang serupa. hasil (p<0,05) dibandingkan dengan kelompok C.

Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak etanol bawang dayak (Eleutherine palmifolia) dapat mengurangi risiko tersebut efek berbahaya MSG terhadap jumlah sel Leydig dan diameter tubulus seminiferus pada mencit (Mus musculus). Ekstrak etanol bawang dayak diharapkan dapat mencegah atau mengurangi toksisitas yang ditimbulkan oleh monosodium glutamat.

Penulis: Epy Muhammad Luqman

Publikasi di Jurnal: GSC Biological and Pharmaceutical Sciences

Link Artikel:

https://gsconlinepress.com/journals/gscbps/content/influence-ethanol-extract-dayak-onion-eleutherine-palmifolia-number-leydig-cells-and

https://gsconlinepress.com/journals/gscbps/sites/default/files/GSCBPS-2024-0042.pdf