Universitas Airlangga Official Website

BBK 7 Desa Sobrah Ciptakan Spray Anti Nyamuk Berbahan Alami dari Serai dan Kulit Jeruk

Pemaparan materi dalam penyuluhan pencegahan DBD oleh Tim KKN-BBK 7 Desa Sobrah (Foto: istimewa)
Pemaparan materi dalam penyuluhan pencegahan DBD oleh Tim KKN-BBK 7 Desa Sobrah (Foto: istimewa)

UNAIR NEWS – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah serius dalam masyarakat terutama di musim hujan. Mengatasi semakin parahnya penularan DBD dari nyamuk Aedes aegypti, Tim KKN-BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) Desa Sobrah ciptakan Spray Eco Warrior DBD anti nyamuk dari bahan alami serta penyuluhan di Kantor Desa Sobrah pada Rabu (14/1/2026). 

Memanfaatkan bahan alami yang terjangkau berupa daun serai dan kulit jeruk, spray ini efektif mampu mengusir nyamuk penyebab DBD. Tak hanya menghasilkan produk, Penanggung jawab kegiatan, Adelline Vita Kurnia menjelaskan bahwa program ini juga hadir demi meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Sobrah tentang pentingnya pencegahan DBD. 

“DBD ini adalah penyakit infeksi virus yang ditularkan oleh gigitan nyamuk. Nyamuk ini sangat cepat berkembang biak di musim hujan. Apalagi area pemukiman Desa Sobrah sangat dekat dengan area persawahan yang jadi tempat ideal bagi nyamuk. Maka, pencegahan DBD menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya. 

Pemaparan materi dalam penyuluhan pencegahan DBD oleh Tim KKN-BBK 7 Desa Sobrah (istimewa)
Pemanfaatan Bahan Alami

Penggunaan bahan alami berupa serai dan kulit jeruk mereka nilai mampu memberikan efek yang lebih baik daripada yang berbahan kimia. Adelline mengungkapkan pemilihan kedua bahan juga karena bahannya yang mudah ditemukan dan tergolong murah. Hal ini mampu memudahkan masyarakat desa untuk melakukan pembuatan secara mandiri. 

“Insektisida yang berbahan kimia bisa berbahaya karena dapat menyebabkan iritasi kulit dan resistensi terhadap nyamuk. Terlebih, penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan polusi lingkungan dalam jangka panjang,” ucapnya. 

Berbeda halnya dengan insektisida kimia, spray anti nyamuk berbahan alami mampu meminimalisasi efek samping dan memiliki keamanan yang lebih tinggi. “Spray Eco Warrior DBD lebih ramah lingkungan dengan biaya pembuatan yang jauh lebih murah,” imbuhnya. 

Penampakan produk Spray Eco Warrior DBD (istimewa)
Pencegahan Utama

Selain produk, program penyuluhan yang diberikan kepada masyarakat desa juga menyajikan bagaimana cara mencegah perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD. “Pencegahan yang paling utama adalah dengan pelaksanaan 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur. Cara ini efektif untuk mencegah jentik nyamuk semakin berkembang,” sebutnya. 

Ia berharap, melalui program ini masyarakat Desa Sobrah bisa menciptakan perubahan perilaku yang lebih bersih demi melindungi keluarga dari gigitan nyamuk penyebab DBD. “Saya harap kegiatan ini mampu menyadarkan kita semua betapa berharganya kesehatan keluarga dengan terus menjaga kebersihan dan mencegah nyamuk menularkan penyakit kepada kita,” pungkasnya. 

Penulis: Mohammad Adif Albarado
Editor: Ragil Kukuh Imanto