UNAIR NEWS – Mahasiswa BBK-7 Universitas Airlangga di Kelurahan Kalisari, Mulyorejo, Surabaya melaksanakan kegiatan digitalisasi UMKM sebagai bagian dari bidang garap Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya. Mulai Rabu, 7 Januari 2026 sampai 21 Januari 2026, kami terjun langsung ke RW 3 untuk mendorong digitalisasi UMKM di bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Sasarannya adalah Pelaku usaha kecil yang belum maksimal memanfaatkan teknologi, seperti warkop, toko kelontong, kerupuk, dan laundry. Tujuannya sederhana: Membantu mereka memahami QRIS untuk prmbayaran non-tunai, pencatatan keuangan yang rapi, Mendaftar ke Google Maps agar lebih
Perjalanan Bertahap Penuh Tantangan dan Kemenangan, dimulai pada tanggal 7 Januari: Kick-off di Warkop Alsila! Kami memperkenalkan manfaat digitalisasi sambil praktek langsung QRIS. Pemiliknya sangat excited, “Bayar pelanggan jadi super praktis!” . Pada tanggal 13 Januari kami melakukan penyelesaian QRIS dan Google Maps tags untuk Warkop Alsila, plus QRIS Toko Rafa (masih verifikasi). Senang sekali mendampingi mereka langsung mencoba scan! Selanjutnya pada tanggal 17 Januari: kami mendatangi lapak Kerupuk Bu Ana dan Laundry Mimi. Di Lapak Kerupuk Bu Ana, literasi digital terdapat hambatan— sehingga kami lebih utamakan tag Google Maps dulu sebagai branding awal. Tapi di Laundry Mimi, sukses besar: QRIS via DANA plus banner promosi yang kami desain bareng pemiliknya menyatakan “Awalnya ragu, tapi sekarang usaha saya lebih kelihatan!”. Putaran terakhir pada tanggal 21 Januari: Penutup yang manis dengan terpasangnya banner di Laundry Mimi. Meski ada yang masih nolak karena takut ribet, kami persuasif dengan demo sederhana—membuktikan teknologi itu teman, bukan musuh. Salah satu pelaku UMKM, pemilik Warkop Alsila, mengungkapkan, “Saya baru tahu kalau pembayaran bisa semudah ini. Dengan QRIS, pelanggan jadi lebih praktis dan saya juga lebih rapi dalam mencatat pemasukan.” Sementara itu, pemilik Laundry Mimi menyampaikan, “Awalnya saya ragu karena kurang paham teknologi, tapi setelah dibantu mahasiswa, ternyata mudah dan sangat membantu usaha saya, terutama untuk promosi.”
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaku UMKM dapat lebih mandiri dalam menerapkan teknologi digital secara bertahap dan berkelanjutan, meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha, memperluas jangkauan pemasaran, serta lebih siap bersaing di era ekonomi digital. Program ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), Kaitan Nyata dengan SDGs, yaitu SDG 8: Decent Work and Economic Growth – membantu UMKM mandiri, meningkatkan pendapatan lewat efisiensi digital, SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure – memperkenalkan inovasi seperti QRIS dan Google Maps, serta membangun infrastruktur digital sederhana dan SDG 10 Reduced Inequalities.
Penulis: Anindita Chayara





