Madiun – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) tahun 2026 terus menunjukkan pengabdiannya di Desa Sumberbendo, Madiun. Melalui program bernama “CENDEKIA” (Cerdas Ekonomi, Navigasi Digital, dan Edukasi Ke-Masa-Depan-An), tim BBK 7 berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Pada Senin (19/01/2026), tim menyelenggarakan sesi edukasi khusus mengenai Perencanaan Pendidikan dan Karier bagi siswa kelas 9 MTs Al-Amin.
Program ini dirancang untuk membekali para siswa dalam menghadapi masa transisi setelah lulus dari jenjang sekolah menengah pertama. Sebanyak 42 siswa, yang terdiri dari 23 murid kelas 9A dan 19 murid kelas 9B, mengikuti jalannya kegiatan dengan penuh antusiasme. Sesi ini menjadi wadah bagi para siswa untuk berani meyuarakan aspirasi masa depan mereka secara terbuka. Beragam cita-cita mulai dari dokter, pengacara, hingga anggota kepolisian muncul dalam diskusi interaktif yang dipandu oleh para mahasiswa.
Ade Ferdian dan Lery Malista, selaku penanggung jawab bidang Pendidikan, berpikir bahwa pilihan jalur pendidikan setelah MTs adalah kunci untuk meraih peluang karier yang lebih luas di masa depan. Dimana setiap pilihan profesi memerlukan dedikasi dan pengembangan diri yang terencana dengan matang, serta motivasi dan dedikasi yang maksimal demi masa depan mereka.
Penyampaian materi dilakukan melalui sistem presentasi interaktif dan berbagai kegiatan menarik. Untuk mencairkan suasana, tim mengadakan permainan kecil dan memberikan hadiah bermanfaat berupa buku tulis serta alat tulis bagi para pemenang. Sebagai bentuk evaluasi, para siswa juga mengikuti Pre-Test dan Post-Test secara daring untuk mengukur tingkat pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan.
Pemilihan SDG 1, 4, dan 8 dalam program ini didasarkan pada visi untuk memutus rantai kemiskinan melalui jalur edukasi yang inklusif. Dengan meningkatkan literasi keuangan, program ini mendukung SDG 4 (Quality Education) dengan memberikan keterampilan hidup praktis dan orientasi masa depan yang meningkatkan literasi siswa akan kepentingan melanjutkan pendidikan. Hal ini secara langsung berkontribusi pada SDG 1 (No Poverty) dengan jalur edukasi yang inklusif ini menjadi kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan di Desa Sumberbendo. Pada akhirnya, para siswa dipersiapkan untuk menjadi tenaga kerja yang produktif dan kompetitif di masa depan melalui perencanaan karier, sesuai dengan esensi SDG 8 (Decent Work and Economic Growth).
Penulis: TIM BBK 7





