UNAIR NEWS – Suasana Posyandu Elang Desa Kradenan tampak lebih ramai dari biasanya pada Senin pagi (12/01/2026). Kehadiran layanan pemeriksaan asam urat gratis yang diinisiasi mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) menarik antusiasme warga untuk datang dan memeriksakan kondisi kesehatannya. Selama ini, pemeriksaan asam urat umumnya hanya tersedia di puskesmas atau klinik dengan biaya tertentu, sehingga tidak semua warga dapat mengaksesnya secara rutin.
SEHATI : Sehatkan Hati dan Tubuh melalui Pemeriksaan Dini
Rangkaian acara diawali dengan senam pagi bersama yang dimulai pukul 08.00 WIB sebagai persiapan fisik sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan menggunakan metode Point of Care Testing (POCT), yaitu tes cepat yang hanya memerlukan sampel darah dari ujung jari dan hasil dapat diketahui dalam hitungan menit. Metode ini sangat praktis untuk layanan kesehatan di tingkat desa. Meskipun pemeriksaan asam urat ditujukan khusus bagi lansia, kegiatan berlangsung bersamaan dengan layanan posyandu rutin untuk balita, ibu hamil, remaja.
Berdasarkan data registrasi, tercatat lebih dari 80 warga hadir dan mengikuti kegiatan di Posyandu Elang Desa Kradenan. Warga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis berupa pengecekan tekanan darah, gula darah, dan kadar asam urat sebagai bagian dari skrining kesehatan dini.
Program ini terlaksana melalui kolaborasi mahasiswa BBK 7 UNAIR, kader posyandu, dan perangkat desa dalam memfasilitasi pemeriksaan asam urat dan layanan kesehatan lainnya. Deteksi dini asam urat menjadi penting karena kondisi ini sering tidak menunjukkan gejala di awal, namun dapat menimbulkan nyeri sendi yang mengganggu aktivitas jika dibiarkan, terutama pada lansia.
Warga yang terdeteksi memiliki kadar asam urat tinggi diberikan edukasi singkat mengenai pola hidup sehat. Mereka juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan ke puskesmas guna mendapatkan penanganan yang tepat. Melalui kegiatan ini, warga memperoleh hasil pemeriksaan yang dapat menjadi deteksi awal kondisi kesehatan mereka, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan rutin untuk pencegahan penyakit.
Kegiatan SEHATI selaras dengan SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, serta SDG 10 (Reduced Inequalities) dengan menghadirkan layanan kesehatan yang mudah diakses. Inisiatif ini menjadi wujud nyata peran Universitas Airlangga dalam mewujudkan Kampus Berdampak di tengah masyarakat.
Penulis: Mahasiswa BBK 7 Desa Kradenan Banyuwangi





