UNAIR NEWS – Dalam rangka mendukung penguatan pendidikan anak usia dini, tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) Universitas Airlangga (UNAIR) ke-7 menggelar program edukatif bertajuk “Cita-citaku, Mimpiku”. Kegiatan itu berlangsung di SDN 1 Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, pada Senin (12/1/2026). Program itu menyasar siswa kelas dua jenjang sekolah dasar melalui kegiatan melukis cita-cita.
Wujudkan Ruang Ekspresi Siswa
Ketua pelaksana kegiatan, Naswa Thalita Zada, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut terlaksana untuk memberikan edukasi mengenai urgensi tujuan memiliki cita-cita sejak dini. Hal itu menurutnya menjadi ruang bagi anak-anak mengekspresikan imajinasi dan perasaan mereka melalui media gambar.
“Anak kelas dua SD masih memiliki imajinasi yang sangat luas, tetapi sering kali bingung menyalurkannya. Melalui kegiatan melukis ini, kami ingin membantu mereka mewujudkan imajinasi itu agar tidak hanya tersimpan di pikiran,” ujar Thalita, sapaan dekatnya.

Dalam pelaksanaannya, siswa menggambar cita-cita mereka di kertas gambar menggunakan cat air dan kuas. Beberapa anak, sebut Thalita, memilih menggambar secara mandiri. Sementara sebagian lainnya, memerlukan contoh dari tim BBK sesuai cita-cita yang mereka inginkan.
Lebih lanjut, Thalita menuturkan terkait respons peserta. Kegiatan melukis dengan cat air itu menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar siswa. “Mereka benar-benar antusias dan tertarik. Ini first time mereka ada kegiatan seperti ini. Bahkan ada yang berharap kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi. Ini pertama kalinya mereka melukis menggunakan cat air,” ungkapnya.
Targetkan Poin SDGs 4
Selain mengasah kreativitas visual, kegiatan tersebut mengarah pada pengembangan kemampuan komunikasi serta keberanian anak-anak dalam mengungkapkan pikiran dan perasaan. “Kami ajarkan pokoknya apa yang mereka bingung atau pikirkan langsung lukis,” ujar Thalita.
Pada sesi akhir, seluruh peserta kemudian berkesempatan maju ke depan untuk menceritakan gambar dan cita-cita mereka. “Awalnya kami tidak menyangka semuanya mau bercerita. Tapi ternyata semua anak berani maju dan menyampaikan impian mereka,” tambahnya.
Program BBK Thalita dan tim itu selaras dengan upaya Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yakni peningkatan kualitas pendidikan, khususnya melalui edukasi bagi anak usia dini. Meski terdapat tantangan perbedaan karakter siswa di tiap kelas, Thalita dan timnya melakukan pendekatan persuasif dengan memberi pendampingan intensif serta komunikasi ringan agar anak-anak merasa nyaman.
Ke depan, Thalita berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dengan berbagai media ekspresi lainnya bersama guru sekolah. “Semoga adik-adik tetap semangat meraih cita-cita yang mereka gambar, dan kemampuan imajinasi mereka terus berkembang,” pungkasnya.
Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah
Editor: Ragil Kukuh Imanto





