UNAIR NEWS – Mahasiswa Kuliah Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) yang bertugas di Desa Sogo, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, menyelenggarakan kegiatan sosialisasi gizi dan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan ibu yang memiliki balita. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja BBK di bidang kesehatan masyarakat. Dengan tujuan sebagai upaya pencegahan gizi buruk dan stunting sejak dini.
Kegiatan yang mengusung tema “Gerakan Bebas Gizi Buruk Anak” ini terselenggara pada Jumat (9/1/2026) bertempat di Balai Desa Sogo. Sosialisasi mereka laksanakan sebagai respons terhadap kondisi gizi anak di wilayah tersebut.
“Desa Sogo Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan terdapat kasus 2 balita yang mengalami stunting dan 6 balita mengalami gizi buruk,” tutur Enik Khana selaku Bidan di sana.
Edukasi Gizi Ibu dan Anak
Sebanyak 16 peserta yang terdiri dari ibu hamil dan ibu balita mengikuti kegiatan ini dengan pendampingan tenaga kesehatan dan kader desa. Sosialisasi berlangsung dengan pemaparan materi mengenai pengertian gizi buruk, faktor risiko, dampak terhadap tumbuh kembang anak. Serta langkah pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga.

Pada sesi kelas balita, mahasiswa BBK memberikan penjelasan mengenai kebutuhan gizi anak sesuai usia, pentingnya PMT, serta tanda-tanda awal gizi buruk yang perlu diwaspadai orang tua. Materi disampaikan secara komunikatif dan interaktif agar mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan.
Respons dari peserta dan kader posyandu selaku fasilitator acara ini cukup positif. Hal ini disampaikan langsung oleh ketua KPM yang juga kader Posyandu. “Ya saya lihat kakak KKN sangat bagus dalam menyampaikan materi. Dan saya cukup senang kegiatan ini mampu memberikan wawasan baru untuk ibu-ibu di sini,” ujar Ketua KPM Desa Sogo.
Sebagai bentuk dukungan nyata, kegiatan ini juga lengkap dengan pemberian PMT berupa pudding kelor yang dibuat secara mandiri oleh tim pelaksana. Puding kelor dipilih sebagai contoh inovasi pangan lokal bernilai gizi tinggi, mudah diolah, dan terjangkau bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa BBK 7 UNAIR berharap para ibu semakin sadar akan pentingnya pemenuhan gizi sejak kehamilan hingga masa balita. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3, yaitu Good Health and Well-Being.
Penulis: Mahasiswa BBK 7 Desa Sogo
Editor: Yulia Rohmawati





