UNAIR NEWS – Tim Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan kegiatan SAPA HIPERTENSI (Skrining dan Edukasi Pencegahan Hipertensi) pada Rabu (14/1/2026). Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Pangkatrejo, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan terhadap pentingnya deteksi dini tekanan darah tinggi. Dengan didampingi bidan serta kader kesehatan desa, kegiatan berjalan di Dusun Tanggul, Dagelan, dan Slempit.
SAPA Hipertensi menggunakan metode door to door ke rumah warga usia lanjut. Pendekatan langsung ke rumah warga dipilih agar masyarakat lebih nyaman, terbuka, dan mudah mengakses layanan pemeriksaan kesehatan dasar.
“Mayoritas warga di sini lansia, sehingga tidak memungkinkan untuk dikumpulkan dalam satu tempat. Selain itu, door to door dipilih agar dapat memaksimalkan waktu untuk bertanya pada lansia mengenai kondisi tubuh dan kebiasaan sehari hari. Dari situ, kita bisa menyarankan penanganan terbaik,” jelas Falinda selaku ketua pelaksana program.
Kontribusi Nyata pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
SAPA HIPERTENSI meliputi pemeriksaan tekanan darah menggunakan tensimeter, edukasi kesehatan secara lisan dan personal, serta konsultasi singkat berdasarkan hasil pemeriksaan. Edukasi diberikan dengan bantuan poster yang memuat pengertian hipertensi, faktor risiko, upaya pencegahan, hingga penanganan awal untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Melalui SAPA HIPERTENSI, warga diharapkan dapat mengetahui kondisi tekanan darahnya secara mandiri dan terdorong untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Kegiatan ini juga membantu mengidentifikasi warga dengan tekanan darah tinggi agar dapat melakukan tindak lanjut ke fasilitas kesehatan terdekat. Dengan demikian, program ini sekaligus mendukung capaian Sustainable Development Goals ke-3, yaitu Good Health and Well-Being.
Sambutan Baik Warga Desa
Program ini mendapat sambutan baik dari warga setempat dan bidan yang mendampingi kegiatan. Sumijah, salah satu lansia dari Dusun Dagelan, mengaku terbantu dengan adanya program ini. “Manfaatnya banyak banget. Kita bisa tahu tensinya. Kemudian, bisa tau harus mengurangi makanan asin atau santan untuk yang darahnya tinggi.”
Di sisi lain, Retno selaku bidan Desa Pangkatrejo mengungkapkan rasa senangnya terhadap program SAPA HIPERTENSI. “Secara pribadi, aku senang kalau misal ada anak KKN yang menghubungi untuk melakukan program ini. Makanya kemarin aku arahkan untuk door to door ke tiga dusun agar sekaligus mengenalkan ke warga bahwa ada KKN dengan program seperti ini.”
Penulis: Tim BBK 7 UNAIR Desa Pangkatrejo, Lamongan





