Universitas Airlangga Official Website

Bedah Sinus Endoskopik Fungsional pada Kasus Polip Sfenokoana

Foto by Hello Sehat

Polip sfenokoana (PS) merupakan benjolan jinak berjumlah tunggal yang berasal dari mukosa sinus sfenoid. Polip sfenokoana tumbuh membesar hingga keluar dari sinus sfenoid menuju rongga hidung dan nasofaring melalui koana (lubang hidung bagian belakang). Penanganan utama PS adalah pembedahan. Bedah sinus endoskopik fungsional (BSEF) merupakan teknik pilihan pembedahan pada kasus PS.  Dilaporkan satu kasus PS di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya pada laki-laki, usia 36 tahun, dengan keluhan hidung kanan tersumbat disertai ingus sejak 1 tahun. Keluhan memberat dalam satu bulan terakhir, ingus menjadi keruh kekuningan dan berbau. Pasien juga mengeluhkan nyeri pada bola mata kanan dan puncak kepala.

Pemeriksaan teropong hidung didapatkan benjolan licin keabu-abuan kesan tidak mudah berdarah disertai ingus kental kekuningan pada rongga hidung kanan. Pemeriksaan computed tomography scan (CT scan) dengan kontras menunjukkan kecurigaan benjolan di dalam sinus sfenoid kanan. Selanjutnya pasien menjalani BSEF di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Pembedahan dilakukan oleh dokter THT-KL Divisi Rinologi. Pelaksanaan operasi berjalan lancar, polip dibersihkan, dan perdarahan sekitar 100ml. Pasien dipulangkan pada keesokan harinya, mendapatkan terapi cuci hidung dengan larutan garam fisiologis. Evaluasi melalui kunjungan poliklinis hingga enam bulan pascaoperasi tidak menunjukkan adanya kekambuhan. Telah dilaporkan satu kasus polip sfenokoana yang menjalani bedah sinus endoskopik fungsional. Evaluasi hingga enam bulan pascaoperasi tidak didapatkan kekambuhan.

Penulis: Budi Sutikno

Link jurnal: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/extraction-of-sphenochoanal-polyp-with-functional-endoscopic-sinu