Universitas Airlangga Official Website

Bedah Vagina Tingkatkan Kualitas Hidup

ilustrasi organ vagina (sumber: siloam)

Prolaps organ panggul (POP) terjadi ketika otot, fasia, dan ligamen yang menopang organ panggul melemah, sehingga organ seperti rahim, kandung kemih, atau rektum menonjol ke dalam vagina. Kondisi ini sering dialami perempuan setelah melahirkan dan dapat mengganggu fungsi kandung kemih, pencernaan, serta aktivitas seksual. Di Indonesia, sekitar separuh perempuan yang pernah melahirkan berisiko mengalami POP, dan hampir seperlima kasus operasi ginekologi berkaitan dengan kondisi ini.

Masalah ini menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia harapan hidup dan meningkatnya populasi lansia. POP dapat menurunkan kualitas hidup perempuan karena menimbulkan ketidaknyamanan, nyeri, hingga gangguan aktivitas sehari-hari.

Pilihan terapi POP mencakup metode konservatif dan pembedahan. Tujuan utama pengobatan bukan hanya memperbaiki struktur panggul, tetapi juga mengembalikan kualitas hidup pasien. Agar dapat beraktivitas tanpa rasa tidak nyaman. Pemilihan terapi bergantung pada usia, kondisi fisik, tingkat keparahan gejala, risiko kekambuhan, serta keinginan pasien untuk mempertahankan fungsi seksual dan kemampuan reproduksi.

Di Rumah Sakit Dr. Soetomo, Surabaya, evaluasi terhadap pasien POP dilakukan menggunakan kuesioner Pelvic Floor Distress Inventory Short Forms 20 (PFDI-20). Instrumen ini membantu menilai perubahan kualitas hidup pasien sebelum dan sesudah menjalani operasi vagina.

Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup yang signifikan setelah operasi vagina. Nilai skor PFDI-20 pasien menurun tajam setelah pengobatan, menandakan berkurangnya gejala yang mengganggu. Hasil tersebut sejalan dengan berbagai studi internasional yang melaporkan bahwa tindakan bedah vagina efektif mengatasi keluhan prolaps dan meningkatkan fungsi dasar panggul.

Keberhasilan ini memperkuat pentingnya deteksi dini dan penanganan POP melalui pendekatan medis yang tepat. Langkah ini tidak hanya memperbaiki fungsi organ panggul, tetapi juga membantu perempuan mendapatkan kembali kenyamanan dan kualitas hidup yang lebih baik.

Penulis: Prof. Dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, dr., Sp.OG(K).

Informasi detail terkait artikel ini dapat dilihat pada: https://doi.org/10.4081/uij.2025.340