UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam program Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 7 International melaksanakan rangkaian kegiatan edukatif di Prefektur Shizuoka, Jepang, pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini mencakup kunjungan pembelajaran ke Shizuoka Disaster Prevention Center serta sesi berbagi pengetahuan mengenai Sustainable Development Goals (SDGs), upaya UNAIR, dan budaya Indonesia di Salesio High School, Shizuoka.
Pada pagi hari, mahasiswa UNAIR mengunjungi Shizuoka Disaster Prevention Center untuk mempelajari berbagai aspek kesiapsiagaan dan pencegahan bencana. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai proses terjadinya gempa bumi melalui simulasi, konsep bangunan dan infrastruktur tahan gempa, peralatan serta prosedur evakuasi, hingga pemetaan wilayah rawan bencana seperti letusan gunung berapi, topan, dan banjir. Kegiatan ini didampingi petugas setempat serta Kondo-sensei sebagai pemandu selama kunjungan.

Mahasiswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga berbagi pengalaman terkait bencana di Indonesia dan membandingkannya dengan kondisi di Jepang. Salah satu hasil diskusi menunjukkan perbedaan pola curah hujan bulanan antara Jakarta dan Shizuoka, di mana curah hujan tertinggi di Jakarta terjadi pada Februari, sedangkan di Shizuoka pada Juli, dengan selisih sekitar ±190 mm. Pembelajaran ini selaras dengan tujuan SDGs 4 (Quality Education) dan SDGs 13 (Climate Action), khususnya dalam penguatan edukasi mitigasi bencana yang dapat menjadi inspirasi bagi penerapan inovasi di Indonesia.
Pada siang hari, mahasiswa UNAIR melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Salesio High School. Kunjungan diawali dengan penyambutan berupa pertunjukan wayang kulit yang dibawakan oleh siswa setempat, kemudian dilanjutkan dengan makan siang bersama sebagai sarana membangun keakraban serta pertukaran pandangan mengenai budaya, kehidupan sekolah menengah, gaya hidup, dan pilihan pendidikan lanjutan di Indonesia dan Jepang. Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa UNAIR juga membagikan makanan khas Indonesia kepada para siswa.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi presentasi booth interaktif mengenai SDGs. Setiap kelompok mahasiswa mempresentasikan isu pembangunan berkelanjutan di Indonesia berdasarkan beberapa tujuan, antara lain SDG 1 (No Poverty), SDG 4 (Quality Education), SDG 6 (Clean Water and Sanitation), serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth). Presentasi membahas berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia serta upaya penanganannya melalui peran komunitas, kebijakan pemerintah, dan kontribusi Universitas Airlangga. Diskusi ditutup dengan sesi pertukaran gagasan mengenai inovasi untuk mendukung pencapaian SDGs 2030 serta nilai budaya yang dapat diadaptasi dalam kehidupan masyarakat.
Secara umum, kunjungan ke Shizuoka Disaster Prevention Center bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai sistem kesiapsiagaan bencana di Jepang, dengan harapan praktik baik tersebut dapat dipelajari dan diterapkan di Indonesia. Sementara itu, kunjungan ke Salesio High School bertujuan memperkenalkan SDGs, khususnya SDG 4 dan SDG 13, serta berbagai upaya Indonesia dan Universitas Airlangga dalam mendukung pencapaiannya, sekaligus mempererat hubungan pendidikan dan budaya antara kedua negara.
Sepanjang kegiatan, mahasiswa UNAIR menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif, baik saat mengikuti simulasi gempa maupun dalam diskusi interaktif lintas budaya. Kegiatan ini memberikan pengalaman bermakna dalam memahami disaster management di Jepang serta implementasi SDGs dalam konteks pendidikan dan mitigasi bencana, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan, kepedulian terhadap perubahan iklim, dan peran generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Mahasiswa BBK 7 Internasional Shizouka





