Universitas Airlangga Official Website

BEM FEB UNAIR Edukasi Anak SD soal Ekonomi Kreatif

Kegiatan melukis tote bag bersama anak-anak NGO Save Street Child Surabaya saat Ruang Abdi Vol. 1. (Foto: Dok Panitia)
Kegiatan melukis tote bag bersama anak-anak NGO Save Street Child Surabaya saat Ruang Abdi Vol. 1. (Foto: Dok Panitia)

UNAIR NEWSBadan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) kembali membuktikan komitmennya sebagai bentuk perpanjangan tangan ilmu pengetahuan bagi masyarakat luas. Departemen Pengabdian Masyarakat (Pengmas) BEM FEB UNAIR mengadakan Ruang Abdi Vol 1 pada Sabtu (26/4/2025) di Taman Paliatif, Jl Kesumba, Tambaksari, Surabaya. 

Ruang Abdi Vol 1 merupakan agenda perdana dari program kerja Ruang Abdi Departemen Pengmas BEM FEB UNAIR. Program ini berfokus pada pemberdayaan ekonomi kreatif melalui seni dan kreativitas. Kegiatan bertajuk WARNA NOMI: Wahana Roleplay Nilai Ekonomi ini berkolaborasi dengan Non-Governmental Organization (NGO) Save Street Child Surabaya.

Ketua Pelaksana Ruang Abdi Vol 1, Muh Sultan Hakim Setiyawan mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mengajarkan kepada anak-anak dari NGO Save Street Child Surabaya tentang konsep value creation. “Ruang Abdi Vol 1 bertujuan untuk memperkenalkan konsep nilai tambah dalam ekonomi secara sederhana dan menyenangkan. Anak-anak akan diajak untuk berkreasi, meningkatkan nilai produk, serta memahami proses jual-beli dalam perekonomian kecil,” jelasnya.

Ruang Abdi Vol 1 menghadirkan berbagai kegiatan interaktif yang sukses menarik antusiasme anak-anak. Rangkaian aktivitas tersebut meliputi penampilan story telling dan roleplay oleh mahasiswa UNAIR, praktik jual-beli, melukis tote bag, hingga simulasi memasarkan produk. 

Sultan, sapaan ketua pelaksana Ruang Abdi Vol 1 itu, mengungkapkan bahwa salah satu momen paling berkesan terjadi saat anak-anak berhasil menerapkan konsep perdagangan dalam praktik. “Mereka bahkan berperan aktif melakukan proses tawar-menawar dengan ‘penjual’. Itu menunjukkan bahwa mereka benar-benar memahami dan menikmati simulasi ekonomi sederhana yang disiapkan,” ucapnya.

Meski demikian, Mahasiswa Manajemen UNAIR tersebut mengaku menghadapi tantangan dalam menjaga fokus peserta. “Mengingat karakteristik anak-anak Sekolah Dasar yang cenderung mudah terdistraksi, terutama saat berada bersama teman-teman mereka. Kami perlu usaha ekstra dalam membangun suasana yang kondusif dan interaktif agar kegiatan dapat berjalan sesuai dengan rencana,” tuturnya.

Melihat respons positif dari anak-anak, Sultan berharap Ruang Abdi dapat menjadi program kerja yang berkelanjutan. “Kedepannya, kami berharap program Ruang Abdi dapat terus berlanjut dan berkembang sebagai bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam membantu masyarakat. Kami ingin Ruang Abdi tidak hanya menjadi sekadar program kerja. Tetapi juga menjadi program yang memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” ucapnya.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, Sultan menekankan pentingnya persiapan yang lebih matang serta peningkatan kolaborasi. “Kami menyadari pentingnya persiapan panitia yang lebih matang serta kemampuan untuk membangun kolaborasi dengan berbagai pihak pendukung yang memiliki visi dan tujuan yang sejalan. Dengan kolaborasi yang lebih kuat dan persiapan yang lebih terstruktur. Kami optimis Ruang Abdi dapat menjadi program yang semakin besar, berdampak, dan berkesinambungan,” tutupnya.

Penulis: Selly Imeldha

Editor: Edwin Fatahuddin