UNAIR NEWS – Surabaya memiliki berbagai potensi budaya dan pariwisata yang sarat akan nilai filosofis, namun belum tersorot secara luas. Sebagai bagian dari upaya mengenalkan potensi Kota Surabaya di ranah global, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) mengadakan Surabaya Cultural Immersion Program bertajuk Surovoice.
Program yang berlangsung selama dua hari, sejak Minggu (26/10/2025) hingga Senin (27/10/2025) tersebut bertujuan mengenalkan Surabaya dari sudut pandang warisan budaya, tradisi, dan pariwisata lokal. Tidak hanya sekadar kota dengan predikat metropolitan maupun megah. Program tersebut diikuti oleh mahasiswa yang berasal dari luar negeri.
Kegiatan Berbasis Budaya
Zalfa Salsabilah Al Fauzie, selaku ketua pelaksana Surovoice, menjelaskan bahwa pada hari pertama mahasiswa internasional diajak mengunjungi tempat-tempat wisata di Surabaya. Tepatnya, Kampung Peneleh, Pasar Atom, dan Museum Bank Indonesia (De Javasche Bank). Tempat-tempat tersebut menyimpan peninggalan sejarah sekaligus merepresentasikan budaya khas masyarakat Surabaya.
“Kami mengajak peserta Surovoice ke Pasar Atom, salah satunya, dengan tujuan mengenalkan kuliner-kuliner khas Surabaya. Pasar ini masih cukup tradisional, sehingga banyak sekali pedagang-pedagang lokal,” ujar Al, sapaan ketua pelaksana Surovoice.
Lebih lanjut, Al menerangkan bahwa hari kedua kegiatan diisi dengan kegiatan interaktif. Seperti bincang edukatif bersama pihak Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, permainan-permainan tradisional, dan pameran seni.
“Pemateri tunggal dalam kegiatan talkshow berasal dari Disbudporapar, tepatnya Syahrul Anwar SHum, selaku staf bidang kebudayaan. Beliau banyak menjelaskan perihal cara masyarakat Kota Surabaya hidup dari tradisi dan budaya mereka sendiri,” jelas Al.

Tuai Antusiasme Masyarakat
Program Surovoice mendapat respon positif dari para partisipan, terutama mahasiswa asing. Al menuturkan, salah satu peserta yang berasal dari Suriname mengaku sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Surovoice.
“Dia mengaku (mahasiswa internasional dari Suriname, red) ikut serta dengan kegiatan ini seperti kembali ke rumah, karena Suriname memiliki banyak kemiripan dengan Jawa,” ungkapnya.
Al berharap agar kegiatan ini dapat berkontribusi dalam memperkenalkan dan menyebarluaskan budaya Surabaya ke kancah global, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri. “Selain itu, kami juga berharap citra Surabaya tidak sekedar sebagai kota yang megah dan penuh gedung-gedung tinggi, tetapi juga punya kebudayaan serta heritage yang menarik untuk digali lebih dalam,” tutupnya.
Penulis: Selly Imeldha
Editor: Khefti Al Mawalia





