UNAIR NEWS – Dalam upaya mendorong semangat inovasi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop PKM dan KIM. Kegiatan itu terlaksana sebagai bentuk pengenalan sekaligus persiapan awal mahasiswa untuk terjun pada ajang bergengsi nasional, yaitu Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Program kerja itu diinisiasi oleh Kementerian Keilmuan, Riset, dan Teknologi (Keristek) BEM itu berlangsung di Gedung Nano, Kampus MERR-C, pada Sabtu (3/5/2025).
Menumbuhkan Proses Belajar
Nouval Gathantio Fayyazwari selaku ketua pelaksana,menyampaikan harapan besarnya pada kegiatan tersebut. “Semoga kegiatan kali ini tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuhnya ide-ide kreatif dan inovatif yang dapat diwujudkan menjadi karya nyata serta berdaya saing tinggi.”
Sementara itu, Presiden BEM FTMM, Muhammad Safaroz Zaim, menegaskan pentingnya kegiatan itu dalam mengantarkan mahasiswa FTMM untuk menjuarai ajang KIM, PKM, hingga PIMNAS. “Silakan bertanya sebanyak-banyaknya. Semoga workshop jadi bekal kita bersama menuju kejuaraan yang mendukung capaian fakultas maupun universitas,” ujarnya.
Wakil Dekan I FTMM, Prof Dr Ni’matuzahroh Dra, juga hadir dan memberikan motivasi kepada peserta workshop. Ia menekankan bahwa prestasi mahasiswa bukan semata membanggakan pribadi, tetapi juga membawa nama baik keluarga, fakultas, universitas, dan bangsa. “Tidak ada keberhasilan tanpa diikhtiarkan. Ini adalah bagian dari proses adik-adik untuk membentuk kompetensi hard dan soft skills,” ungkapnya.
Gagasan Harus Unik dan Kreatif
Faatih Sabiil An Najaah sebagai pemateri, berbagi pengalaman pribadinya hingga berhasil membawa pulang dua medali PIMNAS. Ia menjelaskan pentingnya semangat sejak awal, termasuk tidak menolak ajakan teman untuk bergabung dalam tim. “Teman-teman jangan sampai rugi karena langkah besar dimulai dari hal-hal kecil,” tuturnya.
Melalui pemaparannya, Faatih menerangkan karakteristik PKM umumnya masih berpedoman pada tahun-tahun sebelumnya. Mahasiswa program studi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (TRKB) itu, mengingatkan mahasiswa untuk selalu menelusuri informasi terbaru dalam buku panduan serta mengaitkan ide-ide kreatif, unik, dan inovatif untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Optimalkan AI
Peraih medali emas poster PKM GFT ajang PIMNAS 37 itu, juga menggarisbawahi bahwa mahasiswa FTMM punya potensi besar di berbagai skema PKM, seperti PKM-KC, PKM-RE, PKM-GFT, hingga PKM-KI. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan dapat pula menembus skema lain jika memiliki kedalaman pemahaman dengan disiplin ilmu yang masih terkait.
Tak hanya berbagi tips dan trik serta pengalaman kompetisinya, Faatih juga mendorong pemanfaatan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) untuk mahasiswa melakukan brainstorming. “AI itu bagus, tapi jangan disalahgunakan. Cara mengembangkan ide itu adalah informasi apa yang kira-kira kita nggak punya tapi pasti AI punya. Jadi manfaatkan dengan optimal,” pesannya.
Di akhir sesi, Faatih menekankan pentingnya membangun jejaring, mencari mentor, dan menyusun sebanyak mungkin proposal untuk memperbesar peluang lolos seleksi. “Semoga kita bisa terus mengembangkan diri melalui kompetisi PKM dan melanjutkan estafet prestasi itu ke fakultas dan universitas,” tutupnya.
Penulis: Nur Khovivatul Mukorrobah
Editor: Khefti Al Mawalia





