UNAIR NEWS – Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM Universitas Airlangga (UNAIR) 2025 menggelar kegiatan edukasi bertajuk Get to Know About AI di MTs Wahid Hasyim 02 Dau, pada Kamis (8/1/2026). Kegiatan itu bertujuan untuk mengenalkan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) seperti ChatGPT dan Gemini secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab kepada siswa sekolah menengah.
Kegiatan yang diketuai oleh Revya Christalenta tersebut dikemas secara interaktif melalui kuis dan quick prompt challenge. Pendekatan ini dipilih agar siswa tidak hanya mengenal AI secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan penggunaannya sesuai kebutuhan sehari-hari tanpa menghilangkan kreativitas individu.
Pentingnya Literasi AI Sejak Usia Sekolah
Seiring pesatnya perkembangan teknologi, siswa dituntut untuk mampu memahami dan memanfaatkan AI dengan tepat. Namun, tanpa pemahaman yang memadai, penggunaan AI justru dapat menjadi bumerang bagi perkembangan karakter remaja.
“Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk melihat AI sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sebagai jalan pintas yang menghilangkan proses berpikir kritis. Edukasi sejak usia sekolah menengah dinilai penting agar siswa mampu menyaring informasi digital serta memahami dampak penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Revya.

Belajar AI Lewat Praktik Langsung
Konsep utama kegiatan Get to Know About AI menitikberatkan pada praktik langsung melalui penyusunan prompt sesuai kebutuhan siswa. Pendekatan komunikasi dua arah ini membuat pemahaman terhadap cara kerja AI menjadi lebih sederhana dan aplikatif.
“Dengan praktik langsung, siswa dapat memahami bagaimana AI bekerja dan merespons perintah secara nyata, sehingga materi lebih mudah mereka pahami,” ujar Revya.
Dengan pendekatan tersebut, materi menjadi lebih mudah dipahami dan minim kebingungan. Siswa juga diajak untuk berdiskusi mengenai etika penggunaan AI serta pentingnya tanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital.
Antusiasme Tinggi dan Tantangan Edukasi
Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran sekitar 100 siswa yang aktif mengikuti kuis dan praktik. Perubahan yang paling terlihat adalah meningkatnya pemahaman siswa dalam menggunakan AI serta pengenalan dasar tentang peran big data dalam sistem kecerdasan buatan.
Meski demikian, panitia menghadapi tantangan dalam menyampaikan materi AI kepada peserta dengan latar belakang pemahaman yang beragam. Tantangan ini diatasi dengan penyampaian materi yang sederhana, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan siswa.
Peran Mahasiswa dan Harapan Ke Depan
Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran mahasiswa UNAIR dalam pengabdian masyarakat, khususnya pada pilar pendidikan dan literasi teknologi digital. “Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk membagikan pemahaman teknologi kepada masyarakat agar pemanfaatannya lebih bijak dan berdampak positif ,” tutup Revya. .
Ke depan, Kementerian Pengabdian Masyarakat BEM UNAIR berharap edukasi AI serupa dapat menjangkau lebih banyak sekolah. Harapannya, siswa mampu menerapkan penggunaan AI secara bijak dalam kehidupan sehari-hari tanpa merugikan pihak lain serta membuka peluang lebih luas di bidang teknologi. (*)
Penulis: Nafiesa Zahra
Editor: Khefti Al Mawalia





