Benda asing intraokuler (Intraocular Foreign Body atau IOFB) merupakan benda asing yang masuk ke dalam bola mata melalui trauma mata tembus atau trauma mata terbuka. Keadaan ini memerlukan diagnosis dan pengobatan segera untuk mencegah terjadinya kebutaan atau bahkan kemungkinan yang terberat sampai dilakukan pengangkatan bola mata. Secara teknis, IOFB adalah cedera tembus, namun dikelompokkan secara terpisah karena implikasi klinis yang berbeda dalam penatalaksanaan dan prognosis [1].
Gambaran, perjalanan penyakit, dan prognosis cedera IOFB bervariasi tergantung pada beberapa variabel. IOFB dapat menyebabkan luka tembus atau perforasi, dimana prognosis visual bervariasi berdasarkan area cedera, jenis dan ukuran benda asing, serta komplikasi yang menyertainya [2]. Antara 20.000 – 68.000 dari 2,4 juta cedera mata yang diperkirakan terjadi setiap tahun di Amerika Serikat (AS) cukup parah hingga membahayakan penglihatan [3]. Tempat kerja adalah tempat paling umum terjadinya cedera (54%-72%), diikuti oleh rumah (30%) [3],[4]. Penyebab paling umum adalah pukulan palu (60%- 80%), penggunaan peralatan listrik atau mesin (18%-25%), dan cedera terkait senjata (19%) [3],[4].
Anamnesis menyeluruh merupakan langkah penting dalam perawatan pra-operasi IOFB. Tergantung pada tingkat keparahan trauma, pemeriksaan mata lengkap harus dilakukan segera setelah melakukan anamnesis. Ini termasuk memeriksa trauma jaringan mata yang terkena dan untuk mencari benda asing. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hasil ketajaman penglihatan. Jalur benda asing intraokuler yang masuk ke mata dapat mengakibatkan kerusakan mekanis langsung. Bahan-bahan tersebut dapat memantul dan menimbulkan kerusakan intraokuler lebih lanjut.
Cedera intraokular lebih mungkin terjadi ketika benda asing masuk ke mata melalui sklera dibandingkan kornea. Bentuk objek juga dapat memprediksi kerusakan intraokuler dimana IOFB yang tajam menyebabkan lebih sedikit kerusakan dibandingkan IOFB tumpul dengan ukuran yang sama [5]. Waktu pengangkatan IOFB bergantung pada beberapa faktor, termasuk status kesehatan pasien secara keseluruhan, sifat trauma, dan komposisi IOFB. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hasil ketajaman penglihatan. Penutupan luka primer, ekstraksi benda asing, dan rekonstruksi anatomi mata holistik harus dilakukan sesegera mungkin. Keterlambatan pengobatan definitif akan berdampak pada memburuknya prognosis akibat proliferasi jaringan dan kecenderungan komplikasi yang parah, termasuk terjadinya endoftalmitis. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja terutama yang berakibat pada trauma tembus bola mata dan IOFB, diwajibkan pada para pekerja untuk menggunakan alat pelindung mata demi keamanan dan keselamatan di lingkungan kerja yang beresiko.
Authorship :
Muhammad Firmansjah, Nandang Sudrajat, Ima Yustiarini, Ady Dwi Prakosa, Sauli Ari Widjaja, Wimbo Sasono
Jurnal : published April 2023
Doi : 10.20473/vsehj.v2i2.2023.52-56
Vision Science and Eye Health Journal, 2022, 2(2):52-56





