Universitas Airlangga Official Website

Biaya Tersembunyi Imunisasi Anak dan Peran BPJS Kesehatan

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan terhadap Imunisasi Ganda pada Ibu Balita
Ilustrasi Imunisasi pada bayi (Foto: Alodokter)

Imunisasi anak adalah langkah penting untuk melindungi buah hati dari berbagai penyakit berbahaya. Di Indonesia, program imunisasi dasar lengkap seharusnya bisa diakses secara gratis, terutama bagi peserta BPJS Kesehatan (Jaminan Kesehatan Nasional). Namun, benarkah dalam praktiknya keluarga tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali?

Sebuah penelitian terbaru yang menganalisis data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2019 mengungkap fakta mengejutkan: 35% keluarga di Indonesia masih mengeluarkan biaya dari kantong sendiri (out-of-pocket/OOP) saat mengakses layanan imunisasi untuk anak mereka. Biaya rata-rata yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp 33.000 per kunjungan.

Meski demikian, kabar baiknya adalah kepesertaan BPJS Kesehatan terbukti secara signifikan mengurangi besarnya biaya yang harus dikeluarkan keluarga. Rumah tangga yang terdaftar sebagai peserta BPJS menghadapi biaya OOP yang jauh lebih rendah (sekitar Rp 27.000) dibandingkan keluarga tanpa asuransi kesehatan (sekitar Rp 40.000).

Artinya, meski tidak sepenuhnya menghilangkan biaya tambahan, BPJS Kesehatan berhasil memberikan perlindungan finansial yang nyata. Keberadaan BPJS mengurangi kemungkinan keluarga mengalami pembayaran OOP dan memangkas besaran biayanya.

Lalu, dari mana datangnya biaya tambahan ini jika imunisasi seharusnya gratis? Beberapa kemungkinannya adalah:

  1. Biaya transportasi menuju ke fasilitas kesehatan.
  2. Biaya non-medis lain seperti parkir atau membeli buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak).
  3. Kehilangan pendapatan orang tua karena harus mengambil cuti untuk mengantar anak imunisasi.
  4. Penggunaan fasilitas kesehatan swasta yang mungkin masih mengenakan biaya.
  5. Kurangnya pemahaman orang tua bahwa imunisasi dasar bagi peserta BPJS seharusnya tidak dikenai biaya.

Temuan ini memberikan pesan penting bagi semua pihak:

  • Bagi Pemerintah: Perlu meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang haknya sebagai peserta BPJS, termasuk layanan imunisasi gratis. Selain itu, pemerataan dan penambahan fasilitas kesehatan (faskes) BPJS, terutama di daerah terpencil, sangat diperlukan untuk memangkas biaya transportasi.
  • Bagi Keluarga: Manfaatkanlah kepesertaan BPJS Kesehatan dengan sebaik-baiknya. Pastikan untuk mengakses imunisasi anak di faskes yang bekerjasama dengan BPJS dan tanyakan dengan jelas jika ada biaya yang dimintakan.

Kesimpulannya, BPJS Kesehatan telah membuktikan diri sebagai tameng yang efektif untuk meringankan beban biaya imunisasi anak. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan di masa depan tidak ada lagi keluarga yang terbebani biaya untuk melindungi anak-anak mereka melalui imunisasi.

Penulis: Dr. Ernawaty, drg., M.Kes

Informasi lengkap dari penelitian ini dapat dilihat pada artikel:

Ernawaty. “Out-of-pocket costs for child immunization in Indonesia: Can national health insurance truly protect families? ” 

International Journal of Healthcare Management, 1–12. https://doi.org/10.1080/20479700.2025.2545222

https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/20479700.2025.2545222