UNAIR NEWS – Mikroplastik kini menjadi isu lingkungan dan kesehatan global yang semakin serius. Partikel berukuran sangat kecil itu tidak hanya mencemari air dan tanah, tetapi juga dapat masuk ke tubuh manusia melalui makanan, minuman, udara, hingga produk sehari-hari.
Menyikapi hal tersebut, Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar bincang edukasi bertajuk Invisible Threat of Microplastics. Acara berlangsung di Aula Dewa Suci Airlangga Convention Center, Kampus MERR-C UNAIR pada Jumat (28/11/2025).
Bahaya Mikroplastik
Kegiatan ini menghadirkan para praktisi kesehatan untuk membahas lebih dalam dampak mikroplastik. Salah satu narasumbernya adalah Dr Lestari Sudaryanti dr MKes, dosen Kebidanan Fakultas Kedokteran UNAIR, yang mengungkapkan beberapa temuan hasil beberapa penelitiannya.
Peneliti itu, dalam tesisnya menemukan bahwa produk hasil pembakaran dapat menghasilkan mikroplastik yang kemudian dapat masuk ke dalam aliran darah manusia. Partikel itu hingga mencapai plasenta. “Semua itu masuk ke dalam tubuh kita dan ikut beredar ke berbagai organ tanpa kita sadari,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa mikroplastik memiliki kemampuan menembus jaringan tubuh dan membawa zat kimia berbahaya. Sehingga menimbulkan risiko jangka panjang bagi kesehatan ibu maupun janin.
Kelompok Rentan
Lebih lanjut, Dr Lestari menyebutkan bahwa perempuan adalah kelompok yang memiliki kerentanan biologis lebih tinggi terhadap paparan bahan kimia. Perubahan hormon bulanan, kondisi sosial, serta jenis pekerjaan tertentu membuat paparan mikroplastik pada perempuan jauh lebih tinggi. “Semua riset saya menunjukkan betapa perempuan sangat rentan terhadap paparan bahan kimia, termasuk mikroplastik,” tegasnya
Ia juga mencatat bahwa masih minim data berbasis gender dalam isu mikroplastik. Padahal risiko paparan pada perempuan dan pekerja di sektor tertentu cukup tinggi. Paparan ini bahkan dapat berdampak sejak masa kehamilan, di mana mikroplastik pada air ketuban berpotensi memengaruhi perkembangan awal organ penting seperti otak, liver, dan paru-paru pada janin.
“Jika air ketuban mengandung mikroplastik, maka organ pertama yang terdampak adalah otak dan paru-paru. Ini sangat mengkhawatirkan,” tambahnya.
Penulis: Adinda Octavia Setiowati
Editor: Yulia Rohmawati





