UNAIR NEWS – Tim mahasiswa Universitas Airlangga berhasil meraih Juara 2 Lomba Esai Nasional GELASI 2025 yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Salah satu anggota tim, Marriemanuelgizella Jufeliend dari Prodi D3 Akuntansi Fakultas Vokasi, membagikan pengalaman dan tantangan mereka. Semua proses berlangsung secara daring, sehingga menjaga semangat tim menjadi penting dan membuat mereka lebih kreatif dalam menyusun strategi.
Tim ini juga terdiri dari Annabel Hilary dari Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dan Rebekah Grace dari Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Mereka tergabung dalam Tim Srikandi dan mengusung proyek yang bernama BOLANG, Platform Digital Pariwisata Alam Indonesia. “Kami senang dan bersyukur bisa meraih juara 2 setelah bersaing dengan universitas seluruh Indonesia,” ujar Gizella.
Proyek BOLANG: Inovasi Pariwisata Alam
Proyek BOLANG berfokus pada pengembangan wisata alam yang sulit dijangkau di Indonesia. Aplikasi ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografi terintegrasi Artificial Intelligence sebagai inovasi eco-tourism di era Society 5.0. Platform ini memberikan informasi tentang tingkat kesulitan, medan, dan cuaca di lokasi wisata, sehingga memudahkan wisatawan merencanakan perjalanan dengan aman dan nyaman.
“Yang membuat ide kami menonjol adalah integrasi AI dan SIG serta desain UI dan UX yang kami buat sendiri,” jelas Gizella. Aplikasi ini tidak hanya informatif tetapi juga praktis, bahkan bagi wisatawan pemula.

Tantangan Selama Lomba
Seluruh proses lomba berlangsung daring, dari brainstorming hingga latihan presentasi. Kendala koneksi internet sempat muncul, namun mereka saling mendukung satu sama lain. “Saya bersyukur punya partner lomba yang selalu backup, solid, dan kreatif,” ungkap Gizella.
Gizella mendorong mahasiswa lain untuk berani mencoba lomba, mengeksplorasi ide, dan tidak takut gagal. Pengalaman menulis esai ilmiah juga membantu persiapan tugas akhir dan skripsi karena membiasakan riset, membaca jurnal, dan berpikir kritis sejak awal.
Ia menambahkan, “Mulai dari lomba di fakultas atau prodi sendiri. Pelajari kekurangannya dan cari partner atau mentor yang sefrekuensi. Setelah terbiasa, kita bisa menemukan celah untuk mengembangkan ide dan menciptakan inovasi baru yang bermanfaat bagi banyak orang.”
Gizella dan tim menyampaikan terima kasih kepada panitia dan juri GELASI FIA UB 2025. Ia berharap restasinya bisa menginspirasi mahasiswa lain untuk berani berkompetisi, berinovasi, dan mengejar ide kreatif tanpa takut gagal.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





