Universitas Airlangga Official Website

Bone Autograft Morselisasi untuk Penutupan Komponen Acetabulum Berpenempatan Tinggi pada Revisi Penggantian Sendi Morselized Paggul Setelah 3 Tahun Implant Loosening

Pelonggaran aseptik pada penempatan komponen asetabular yang tinggi secara serius mempengaruhi beban kepala pinggul dan femoralis.Revisi pembedahan sangat dianjurkan dengan penutupan cacat di tempat sebelumnya. Total Hip Arthroplasty (THA) merupakan salah satu prosedur penggantian sendi panggul dan dari penelitian menyebutkan penggunaan komponen acetabular dengan penempatan tinggi diketahui sebagai teknik pilihan pada pasien dengan beberapa kondisi. Pada tahun 2015 hingga 2018, pusat ortopedi Australia menganalisis bahwa 2–3 % dari total 120.000 pasien THA primer akan menjalani revisi THA dengan penyebab tersering adalah fraktur peri-prostetik dan Loosening. Aseptic Loosening pada penempatan komponen acetabulum yang tinggi secara serius mempengaruhi beban kepala pinggul dan femoralis.

Pada kasus ini di sampaikan seorang laki-laki 40 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan utama rasa sakit di pinggul kanan dan kemampuan jalan menjadi semakin pendek dari hari ke hari.  Operasi pertama di lakukan 3 thn lalu setelah kepala tulang paha necrosis akibat dislokasi pinggul. Dari foto rontgen tampak loosening dari skrup dan cup, tanpa adanya tanda infeksi. Pada tindakan operasi pertama tidak ditemukan adanya infeksi baik tuberkulosis maupun jamur. Pada operasi kedua, setelah implan prostetik yang lama di angkat¸ lokasi acetabulum yang ditutup dengan struktur tulang yang dibuat ulang untuk membuat lokal morselized bone graft. Prostetik pinggul baru yang terbuat dari titanium stem diimplan pada trueacetabulum, sedangkan lokasi pseudo acetabulum dan acetabulum yang lama di tutup dengan morselized bone graft. Tiga bulan setelah operasi pasien dilakukan CT-Scan dan didapati kalsifikasi pada pseudo-acetabular location. Pasien lalu dapat kembali beraktifitas normal seperti biasanya.

Loosening aseptik dari THA primer diketahui sebagai penyebab tindakan bedah revisi khususnya pada laki-laki dewasa muda dengan aktifitas yang tinggi dan early osteoartritis pada cemented atau uncemented prostetik. Hal itu dapat terjadi oleh kombinasi dari tiga mekanisme yaitu fiksasi awal yang tidak memenuhi syarat, hilangnya fiksasi secara mekanis dalam jangka waktu tertentu, atau hilangnya fiksasi biologis akibat osteolisi di sekitar implan. Morselized bone autograft dapat di ambil dari cortical atau cancellous bone yang diketahui dengan ukuran yang sangat kecil untuk mengisi bone defect dan memicu pertumbuhan tulang atau regenerasi tulang. Penelitian yang melibatkan 60 pasien membandingkan penggunaan allograft tulang kortikal dan kansel melalui skor pinggul Harris menunjukkan bahwa allograft tulang kortikal sedikit lebih baik dalam fungsi mekanis namun banyak penelitian juga melaporkan bahwa dalam hal perombakan cangkok, trabekulasi jembatan diamati sedikit lebih cepat. (4 minggu) dibandingkan kortikal, dan dalam studi tindak lanjut jangka panjang (rata-rata 12,3 tahun) cangkok tulang morselisasi cancellous memiliki rata-rata tingkat kelangsungan hidup sebesar 94%

Menurut penelitian sebelumnya, penggunaan Morselized bone autograft cancellous yang di ambil dari tulang acetabular dari pasien untuk mengisi defek yang disebabkan oleh artroplasti pinggul sebelumnya, pada kenyataannya saat perioperatif diketahui bahwa pasien-pasien hanya kehilangan <20% dari stok tulang acetabulum.

Prosedur gold standart THA primer adalah dengan penempatan komponen prostetik acetabulum ke lokasi anatomi. Revisi artroplasti pinggul terhadap aseptic loosening pada komponen acetabular penempatan tinggi harus dilakukan dengan mengembalikan ke posisi anatomi acetabular. High hip center merupakan teknik kontroversial yang hanya dilakukan pada defisiensi tulang acetabulum yang parah, dimana sebagian besar tulang kiri berada di superior dari pusat anatomi pinggul yang dapat diakses oleh ahli bedah. Penggunaan teknik ini biasanya akan mengubah lokasi anatomi acetabulum yang direkonstruksi dan akan mempengaruhi fungsi pinggul yang melibatkan otot melalui gaya pembebanan aksial termasuk pengurangan rentang gerakan fleksi pinggul (Range of Movement) dan risiko lebih tinggi terjadinya dislokasi implan.

Dari penelitian sebelumnya, studi simulasi komputer dengan tinjauan sistematis Morselized bone autograft cancellous (MBA) digunakan untuk menutup kekurangan yang terbentuk pada prosedur sebelumnya. Revisi arthroplasty hip yang dikombinasikan dengan morselized bone autograft dapat dipertimbangkan untuk penutupan defek high placemnet komponen acetabulu. Hal tersebut dikarenakan graft ini dapat mendukung acetabular roof dan dapat memberikan stabilitas dan kekuatan yang lebih baik dalam transfer weight loads.  Namun pada kedepannya di harapkan di dapatkan follow up dari pasien terkait gerakan gerakan sendinya, dan juga skor Harris Hip.

Penulis : Yunus Abdul Bari, Mohammad Zaim Chilmi, Huda Fajar Arianto, Bagus Wibowo Soetojo

Judul    : Morselized bone autograft for high placement of acetabular component closure with hip arthroplasty revision after 3-years screws and cup loosening: A case report. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2210261222010355