Universitas Airlangga Official Website

Borong 12 Medali, UKM Karate-Do UNAIR Berjaya di Kejuaraan Politeknik Jember Open

Tim UKM Karate-Do Universitas Airlangga (UNAIR) berfoto bersama usai memborong 12 medali dalam Kejuaraan Politeknik Jember Karate Open IV. (Foto: Istimewa)
Tim UKM Karate-Do Universitas Airlangga (UNAIR) berfoto bersama usai memborong 12 medali dalam Kejuaraan Politeknik Jember Karate Open IV. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWSUnit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate-Do Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Tim Ksatria Airlangga berhasil memborong total 12 medali dalam ajang Kejuaraan Politeknik Jember (Polije) Karate Open IV yang berlangsung di GOR Djoeang 45, Politeknik Negeri Jember, pada Sabtu hingga Minggu (29-30/11/2025).

Dalam kejuaraan yang diikuti oleh berbagai kontingen dari provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, hingga Bandung, kontingen UNAIR tampil dominan. Total perolehan medali terdiri dari 3 emas, 8 perak, dan 1 perunggu.

Ketua UKM Karate-Do UNAIR, Dhika Aflha mengungkapkan rasa bangga dan leganya atas pencapaian ini. Menurutnya, prestasi tersebut adalah bukti nyata bahwa konsistensi latihan yang mereka bangun selama berbulan-bulan membuahkan hasil manis.

“Prestasi ini bukan hanya soal jumlah medali, tetapi bukti bahwa konsistensi dan komitmen yang kami bangun selama berbulan-bulan memang menghasilkan sesuatu. Rasanya seperti mendapatkan konfirmasi bahwa semua perjuangan tersebut benar-benar berarti,” ungkap Dhika.

Dhika merinci, tiga medali emas berhasil diamankan dari dua nomor kategori Kata dan satu nomor Kumite kelas +53 kg Putri. Sementara itu, delapan medali perak disumbangkan dari lima nomor Kata dan tiga nomor Kumite, serta satu medali perunggu diraih pada kelas Senior -61 kg Putri.

Kemenangan ini, tidak ia raih dengan instan. Tim melakukan persiapan intensif melalui program pemusatan latihan (Training Center) selama satu bulan penuh pasca mengikuti kejuaraan di Solo. Latihan digelar dengan frekuensi 3–4 kali seminggu dengan durasi sekitar 2,5 jam per sesi.

Sebagai mahasiswa aktif, tantangan terbesar yang Dhika dan tim hadapi adalah membagi fokus antara akademik dan latihan. Jadwal kuliah yang padat dan tugas yang menumpuk kerap menjadi ujian fisik maupun mental.

“Kondisi itu sering membuat waktu latihan mepet dan fisik lelah. Namun, kami berusaha membagi waktu dengan lebih disiplin. Walaupun melelahkan, proses ini justru mengajarkan kami disiplin, prioritas, dan manajemen waktu yang akhirnya membantu kami tampil maksimal di kompetisi,” jelasnya.

Strategi utama yang pelatih dan seniornya terapkan dalam kejuaraan ini adalah membangun mentalitas kekompakan tim. Hal ini terbukti ampuh menghadapi tekanan kompetisi yang ketat. Pasca kemenangan di Jember, UKM Karate-Do UNAIR tidak lantas berpuas diri.

“Target kami selanjutnya adalah mengikuti event-event di tingkat Nasional maupun Internasional, sekaligus bekal kami untuk menyelenggarakan event kami tersendiri yaitu Airlangga University Karate Cup II,” tutur Dhika.

Dhika berpesan kepada mahasiswa UNAIR untuk tidak menunggu sempurna dalam melakukan sesuatu. “Jangan menunggu sempurna untuk memulai, justru dengan memulai kalian menemukan versi diri yang lebih kuat. Beranilah mencoba, karena satu langkah kecil hari ini bisa menjadi cerita besar suatu saat nanti,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Abid Zhahiruddin

Editor: Khefti Al Mawalia