Kriptorkismus adalah suatu kondisi salah satu atau kedua testis gagal turun ke dalam skrotum. Kriptorkismus merupakan salah satu kelainan bawaan yang paling umum diamati pada hewan. Ruminansia kecil lebih rentan mengalami kriptorkismus unilateral, yang umumnya memengaruhi testis lateral kanan. Kriptorkismus merupakan salah satu kelainan bawaan yang paling umum pada anjing, dengan tingkat kejadian yang dilaporkan berkisar antara 1,2% hingga 10%. Anjing ras kecil seperti Cairn Terrier, English Bulldog, Pomeranian, Pekingese, Old English Sheepdog, Shetland Sheepdog, Toy Poodle, Miniature Schnauzer, Maltese, Miniature Poodle, dan Boxer lebih rentan terhadap kriptorkismus dibandingkan anjing ras besar. Kasus kriptorkismus juga telah dilaporkan pada felid liar seperti macan tutul Amur (Panthera pardus orientalis) dan jaguar (Panthera onca).
Kriptorkismus dapat mengganggu siklus epitel tubulus seminiferus, mengurangi berat testis, dan mengganggu spermatogenesis, yang ditandai dengan degenerasi sel spermatogenik. Kriptorkismus juga dapat mengubah morfologi sel Leydig dan Sertoli. Peningkatan suhu testis pada individu kriptorkismus menginduksi respons stres oksidatif pada sel germinal, mendorong pembentukan sperma dengan morfologi abnormal, merusak integritas DNA sperma, dan mengganggu regulasi homeostasis fisiologis. Jaringan testis mengandung asam lemak tak jenuh dan memiliki kadar antioksidan yang rendah, sehingga sangat rentan terhadap spesies oksigen reaktif (ROS), yang mengoksidasi lipid, protein, dan asam deoksiribonukleat (DNA), yang pada akhirnya menyebabkan kerusakan sel. Menjaga keseimbangan antara produksi dan netralisasi ROS sangat penting untuk menjaga fungsi fisiologis normal dalam tubuh. Integritas sawar darah-testis pada testis kriptorkismus terganggu akibat suhu yang tinggi. Suhu skrotum yang tinggi menyebabkan produksi ROS yang berlebihan, peroksidasi lipid, dan penurunan kadar enzim antioksidan seperti glutation peroksidase, superoksida dismutase, dan katalase, yang dapat mengakibatkan infertilitas dan kematian sel germinal.
Peroksidasi lipid merupakan reaksi berantai yang dipicu oleh radikal bebas, khususnya ROS, yang berikatan dengan asam lemak tak jenuh ganda (PUFA). Malondialdehid (MDA) merupakan produk akhir yang terbentuk selama proses peroksidasi lipid. Peroksidasi lipid dapat terjadi ketika ROS, yang bertindak sebagai agen pengoksidasi, berinteraksi dengan membran sel. Kadar ROS yang berlebihan dapat merusak integritas DNA dalam inti sperma dan mengurangi fluiditas membran plasma sperma, yang pada akhirnya menyebabkan gangguan spermatogenesis. Kriptorkismus dapat mengakibatkan nekrosis patologis. Nekrosis yang berkaitan dengan kriptorkismus telah dibuktikan melalui berbagai analisis molekuler dan morfologi pada berbagai model hewan.
Antioksidan berperan penting dalam menetralkan radikal bebas dan menghambat pembentukan ROS. Stres oksidatif muncul akibat ketidakseimbangan antara sistem pertahanan antioksidan dan produksi ROS. Asam nukleat, protein, dan lipid dalam jaringan dapat rusak jika terpapar ROS dalam kadar berlebihan. Bunga cengkeh mengandung berbagai senyawa fenolik, termasuk asam galat, eugenol, β-kariofilen, eugenol asetat, dan α-humulen. Senyawa-senyawa ini memiliki potensi aplikasi di bidang kosmetik, farmasi, pertanian, dan industri makanan. Eugenol menunjukkan aktivitas antioksidan dalam jaringan testis, melindungi aktivitas GSH-Px, CAT, dan SOD, serta berkontribusi terhadap penurunan kadar MDA dalam testis. Eugenol termasuk dalam golongan antioksidan fenolik. Senyawa ini dianggap sebagai antioksidan poten, dilaporkan lima kali lebih efektif daripada vitamin E dalam mencegah kerusakan oksidatif yang disebabkan oleh radikal bebas. Pemberian eugenol yang terkandung dalam bunga cengkeh dapat menurunkan stres oksidatif dan memperbaiki kerusakan jaringan testis pada hewan penderita kriptorkismus melalui peningkatan jumlah sel spermatogenik (spermatogonia, spermatosit primer, dan spermatid), serta sel Leydig.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek ekstrak bunga cengkih terhadap sel spermatogenik (spermatogonia, spermatosit primer, dan spermatid) dan sel Leydig pada tikus albino (Rattus norvegicus) dengan kriptorkismus yang diinduksi secara bedah. Metode yang digunakan adalah desain kelompok kontrol pasca-uji saja. Sebanyak 24 tikus jantan dibagi secara acak ke dalam enam kelompok, dibagi menjadi dua durasi perlakuan: 18 hari dan 36 hari. Kelompok interval 18 hari terdiri dari K-1, K+1, dan P+1, sedangkan kelompok interval 36 hari terdiri dari K-2, K+2, dan P+2. ANOVA satu arah digunakan untuk menganalisis jumlah spermatogonia, spermatosit primer, spermatid, dan sel Leydig. Uji rentang berganda Duncan diterapkan pada data yang menunjukkan perbedaan signifikan (P<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak bunga cengkeh pada tikus kriptorkismus yang diinduksi melalui pembedahan, baik pada interval 18 hari maupun 36 hari, secara signifikan meningkatkan jumlah sel spermatogenik (spermatogonia, spermatosit primer, dan spermatid) dan sel Leydig. Pemberian ekstrak bunga cengkeh (Syzygium aromaticum) secara signifikan meningkatkan jumlah sel spermatogenik dan sel Leydig tikus kriptorkismus, menunjukkan potensinya sebagai terapi suportif terhadap kerusakan testis akibat stres oksidatif. Ekstrak bunga cengkeh dapat berfungsi sebagai terapi suportif sementara pada kasus kriptorkismus unilateral; namun, intervensi bedah tetap sangat direkomendasikan.
Penulis: Epy Muhammad Luqman
Publish di Jurnal: Acta Veterinaria Brno
Link artikel: https://actavet.vfu.cz/media/pdf/actavet_2025094020129.pdf
Link Laman jurnal: https://actavet.vfu.cz/94/2/0129/#:~:text=The%20results%20indicated%20that%20administration,and%20spermatids)%20and%20Leydig%20cells.





