Universitas Airlangga Official Website

Bunga Ramayana sebagai Obat Penyakit Alzheimer

Foto oleh Walmart scaled

TanamanRamayanadengan nama ilmiah Cassia spectabilis adalah tanaman yang banyak digunakan sebagai tanaman peneduh serta penghias jalan raya karena pohonnya yang rindang serta memiliki bunga berwarna kuning yang cantik. Penelusuran kandungan kimia dari Cassia spectabilis telah dilakukan sejak pertengahan tahun 1970 yang berhasil mengungkapkan adanya lebih dari 350 molekul dari berbagai bagian tanaman ini. Salah satu jenis senyawa yang terkandung pada bunga Ramayana adalah senyawa dari golongan alkaloid, dalam hal ini alkaloid piperidin.

Telah dilaporkan pada berbagai pustaka bahwa senyawa dari golongan alkaloid memiliki potensi yang besar untuk pengobatan penyakit Alzheimer. Pada artikel kami sebelumnya telah dibahas potensi daun dan batang tanaman Ramayana untuk pengobatan penyakit Alzheimer melalui penghambatan enzim kolinesterase. Penelitian yang kami lakukan kali ini berfokus pada potensi bunga Ramayana untuk penyakit Alzheimer serta identifikasi kandungan senyawa pada ekstrak.

Bunga Ramayana yang digunakan merupakan koleksi Kebun Raya Purwodadi yang diambil pada bulan Maret 2022. Bunga Ramayana dikeringkan dan dilanjutkan dengan ekstraksi menggunakan pelarut etanol dan air. Pengujian potensi ekstrak sebagai obat Alzheimer dilakukan melalui penghambatan enzim asetilkolinesterase (AChE) dan butirilkolinesterase (BChE). Hasil yang diperoleh menunjukkan ekstrak etanol bunga Ramayana memiliki potensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak air. Hal ini ditunjukkan dengan hambatan yang lebih kuat terhadap enzim AChE dan BChE dibandingkan dengan ekstrak air. Ekstrak etanol juga lebih lebih poten dalam menghambat enzim BChE dibandingkan enzim AChE. Sehingga ekstrak etanol bunga Ramayana diduga dapat berperan dalam pengobatan penyakit Alzheimer di fase awal maupun fase lanjut.

Hasil evaluasi kandungan senyawa dari ekstrak bunga Ramayana dengan metode LC-MS/MS dapat diidentifikasi 22 senyawa pada ekstrak etanol dan 20 senyawa pada ekstrak air. Kedua ekstrak mengandung10 alkaloid piperidin, antara lain leptophyllin A, 3-O-acetylleptophyllin A, leptophyllin B, (−) cassine, (−)-7-hydroxycassine, (−)-spectaline, (−)-7-hydroxyspectaline, (−)-3-O-Acetylspectaline, (−)-spectalinine, dan (−)-6-iso-carnavaline. Keberadaan senyawa alkaloid piperidin tersebut diduga berperan dalam penghambatan enzim kolinesterase.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol bunga Ramayana memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kandidat obat penyakit Alzheimer. Penelitian secara in vivo dengan hewan coba perlu dilakukan untuk memperkuat penemuan ini.

Kontributor: Dr. Suciati

Informasi lebih lanjut dapat dlihat pada publikasi kami di:

https://www.hindawi.com/journals/aps/2023/6066601/