Universitas Airlangga Official Website

Bunga Telang: Menarik di Warna, Seimbangkan Imunitas

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Siapa yang tidak mengenal tanaman telang di era sekarang? Dalam beberapa tahun terakhir bagian bunga dari tanaman ini semakin terkenal di kalangan masyarakat Indonesia. Penggunaan bunga telang sebagai minuman maupun pewarna makanan alami semakin sering dijumpai. Tanaman telang yang memiliki nama latin Clitoria ternatea L. ini memang memiliki warna bunga yang cantik; biru, ungu dan merah. Tanaman telang saat ini sudah diperjual belikan dalam bentuk segar maupun kering dengan permintaan pasar yang cukup tinggi.

Tanaman telang merupakan tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional di Asia. Tanaman ini dipercaya dapat mengobati diare, demam tinggi, alergi, diabetes mellitus dan menjadi antioksidan alami untuk tubuh. Dengan ciri khas memiliki bunga berbentuk kupu-kupu dan mudahnya tanaman merambat ini untuk dikembang-biakkan membuat banyak peneliti tertarik menyingkap potensi kesehatan lain yang dimiliki.

Jika kita berbicara tentang antioksidan, maka kita pasti juga akan membahas oksidan yaitu senyawa yang mengakibatkan terbentuknya radikal bebas di tubuh. Dalam kondisi ideal, jumlah oksidan tidak boleh melebihi kemampuan antioksidan untuk mengatasinya. Oksidan dapat berasal dari mana saja, makanan, udara, air, maupun logam berat pencemar. Salah satu oksidan yang menjadi fokus riset sebagian peneliti saat ini adalah plastik.

Plastik adalah polutan dengan prevalensi terbesar di dunia saat ini. Indonesia sendiri menghadapi kondisi darurat sampah plastik. Indonesia menghasilkan lebih dari 7,68 juta ton pada 2024. Sekitar 36% terbuang ke lingkungan tanpa proses daur ulang yang baik. Perlu diketahui bahwa plastik bukan komponen yang mudah didegradasi secara alami. Plastik dapat berubah bentuk menjadi mikroplastik dengan ukuran maksimal 1000 mikron, bahkan lebih kecil lagi menjadi nanopastik dengan ukuran maksimal 1000 nanometer. Penelitian terbaru menunjukkan nanoplastik dapat memasuki jaringan tubuh, seperti pembuluh darah, hati, ginjal, testis dan jantung.

Nanoplastik yang terakumulasi dalam jumlah tinggi tanpa diimbangi asupan antioksidan yang cukup dapat mengubah mekanisme sistem imun. Sistem imun adalah sistem organ manusia yang berfungsi untuk melawan benda asing yang masuk dalam tubuh. Kerja sistem imun cukup istimewa. Sel-sel imun yang teraktivasi dan memberikan reaksi perlawanan dapat memberikan pengaruh positif. Namun, jika sel imun terstimulasi berlebihan, maka jaringan sehat lain yang tidak berkaitan langsung dengan oksidan dapat terdampak. Pada dasarnya, sel imun juga menghasilkan oksidan dengan jenis yang berbeda untuk menghancurkan benda asing yang masuk ke dalam tubuh, sehingga produksi radikal bebas dari sistem imun yang tidak terkendali ini dapat merusak sel tubuh lain yang sehat.

Dengan menggunakan analisis kimiawi GCMS, bunga telang ternyata memiliki senyawa anti-inflamasi yang bermanfaat untuk menekan stimulasi berlebih pada sistem imun, bernama buthiopurine (67%). Selain itu, ditemukan juga berbagai senyawa bioaktif seperti fenol, flavonoid, antosianin, tanin, dan alkaloid. Percobaan menggunakan hewan coba juga menunjukkan kemampuan memodulasi respon imun. Kemampuan memodulasi sistem imun ini menjadikan bunga telang sebagai tanaman menjanjikan untuk memastikan sistem imun bereaksi namun tidak berlebihan. Hal ini selaras dengan fungsi bunga telang yang sudah sering didengar masyarakat, yaitu sebagai antioksidan. Bunga telang mampu menetralkan radikal bebas dan menghambat berlebihannya pengeluaran mediator inflamasi seperti sitokin IL-1, IL-6, dan TNF-α.

Dengan meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan konsumsi bahan alami, bunga telang dapat terus dikembangkan lebih lanjut. Kita bisa mengolah bunga telang sebagai bahan suplemen, minuman herbal yang tersertifikasi dan bahan makanan alami yang tidak hanya memberikan tampilan warna yang menarik namun juga menyeimbangkan respon imun.

Penulis: Manikya Pramudya

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Advances in Animal and Veterinary Sciences

https://researcherslinks.com/current-issues/Anti-Inflammatory-and-Immunomodulatory-Properties/33/1/11814

Anti-inflammatory and Immunomodulatory Properties of Butterfly Pea (Clitoria ternatea L.) in Rats Exposed to Oral Polystyrene Nanoplastics.

Manikya Pramudya, Gabriella Allycia Kurniawan, Zahra Shafira Maulina, Kharisma Cipta Lintangmukti, Alfiah Hayati, Alvin Oktaviana Puspitasari, Nabilah Istighfari Zuraidassanaaz, Elma Sakinatus Sajidah