Universitas Airlangga Official Website

CAKUPAN IMUNISASI GANDA MASIH RENDAH, PUSKESMAS MEDOKAN AYU LUNCURKAN PROGRAM KUNJUNGAN RUMAH

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan terhadap Imunisasi Ganda pada Ibu Balita
Ilustrasi Imunisasi pada bayi (Foto: Alodokter)

Cakupan imunisasi suntikan ganda bagi anak usia di bawah dua tahun di Puskesmas Medokan Ayu Surabaya masih berada di bawah target nasional 90 persen. Data pemantauan menunjukkan beberapa jenis imunisasi penting seperti DPT/HB/Hib dan IPV2 belum mencapai standar, sehingga balita berisiko lebih tinggi terpapar penyakit seperti difteri, hepatitis B, dan pertusis. Kondisi ini terungkap melalui penelitian terbaru yang dilakukan oleh tim Universitas Airlangga, yang menganalisis penyebab ketidakpatuhan ibu dalam memberikan imunisasi suntikan ganda.

Penelitian menggunakan pendekatan Health Belief Model (HBM) ini melibatkan 112 ibu yang memiliki anak berusia di bawah dua tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor demografi: usia, pendidikan, pekerjaan, dan ekonomi—tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan imunisasi. Sebaliknya, faktor psikologis seperti persepsi kerentanan, persepsi keparahan penyakit, persepsi manfaat, persepsi hambatan, sinyal untuk bertindak, dan terutama self-efficacy, sangat menentukan apakah ibu akan patuh mengikuti jadwal imunisasi.

Ibu yang merasa anaknya rentan terhadap penyakit dan memahami bahwa penyakit dapat berakibat serius cenderung lebih patuh. Namun hambatan psikologis seperti ketakutan terhadap efek samping, keraguan mengenai kehalalan vaksin, serta kurangnya dukungan keluarga masih menjadi penghambat utama. Sebaliknya, ibu yang percaya diri dan merasa mampu mengakses layanan kesehatan menunjukkan tingkat kepatuhan paling tinggi.

Merespons temuan tersebut, Puskesmas Medokan Ayu menerapkan inovasi layanan berupa program kunjungan imunisasi ke rumah. Program ini dirancang untuk mengatasi hambatan mobilitas, memberikan edukasi langsung, serta memastikan anak tetap memperoleh imunisasi lengkap tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan cakupan imunisasi ganda sekaligus menjawab tantangan rendahnya kepatuhan.

Puskesmas menegaskan bahwa kerja sama antara tenaga kesehatan, kader, pemerintah, dan keluarga sangat penting untuk meningkatkan kesadaran serta menghilangkan keraguan terkait imunisasi. Edukasi yang konsisten dan mudah dipahami diyakini menjadi kunci dalam mengubah persepsi ibu dan mencapai target imunisasi nasional.

Penulis: Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes.

Link Artikel : https://ejournal.unair.ac.id/JBK/article/download/65734/33365