UNAIR NEWS – Dikenal sebagai miniatur Banyuwangi dengan potensi pertanian, perikanan, hingga konservasi, Kecamatan Pesanggaran menjadi salah satu lokasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) BBK Universitas Airlangga (UNAIR). Mereka secara resmi diterima pada Selasa (6/1/2026) di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.
Mahasiswa sebagai Representasi Universitas
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr Moses Glorino Rumambo Pandin, SS SPsi MSi MPhil MPsi Psikolog menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai representasi institusi di tengah masyarakat. Ia mengingatkan agar mahasiswa menjaga sikap, etika, dan menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah desa setempat.
“Saya menggarisbawahi bahwa adik-adik adalah perwakilan UNAIR di sini. Kita membawa nama universitas, sehingga perlu adanya izin dan berkoordinasi dengan perangkat desa maupun kecamatan agar keberadaan kita diketahui,” pesannya.
Moses juga mengajak mahasiswa untuk menikmati proses pengabdian selama KKN, meskipun waktu pelaksanaan relatif singkat. Ia berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Pesanggaran.
“Tiga minggu itu akan terasa sangat cepat. Saya titipkan mahasiswa kepada bapak dan ibu sekalian, semoga kehadiran dan kepulangan mereka berjalan dengan baik, serta mahasiswa mampu memberikan kontribusi yang berdampak dan berkelanjutan,” tambahnya.

Potensi Sumber Daya Alam yang Luar Biasa
Sementara itu, Camat Pesanggaran, Andik Basuki, SAP MSi menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UNAIR. Ia menyebut Kecamatan Pesanggaran sebagai miniatur Kabupaten Banyuwangi dengan potensi sumber daya alam yang beragam.
“Pesanggaran memiliki potensi yang luar biasa, mulai dari pertanian, perikanan, hingga tambang emas satu-satunya di Banyuwangi. Di sisi lain, potensi masalah dan bencananya juga lengkap karena wilayah ini merupakan daerah muara,” ungkapnya.
Andik menjelaskan bahwa Pesanggaran dikenal sebagai penghasil buah naga, jeruk, dan jambu, serta memiliki sektor pertanian tanaman pangan, perikanan tangkap, dan perdagangan yang kuat. Selain itu, terdapat desa yang memiliki potensi unggulan seperti penangkaran konservasi penyu, penggemukan sapi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), hingga hasil perikanan bernilai ekonomi tinggi seperti lobster.
“Saya harap adik-adik benar-benar turun ke masyarakat, belajar langsung realitas kehidupan, pertumbuhan ekonomi, serta potensi yang ada. Fokus KKN ada empat, dan semua itu bisa dikembangkan dari kekayaan Pesanggaran,” ujarnya.
Andik Basuki berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika dan sopan santun, dan aktif berinteraksi dalam kegiatan kemasyarakatan selama pelaksanaan KKN.
“Silakan berinteraksi dan berbaur dengan masyarakat, tetapi tetap jaga etika. Saya yakin lulusan UNAIR ke depan akan mewarnai pemerintahan Republik Indonesia. Selamat datang dan selamat melaksanakan KKN di Pesanggaran,” pungkasnya.
Perlu diketahui, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) BBK ini menjadi bagian dari komitmen UNAIR dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui pengabdian langsung di masyarakat.
Penulis: Khefti Al Mawalia





