Universitas Airlangga Official Website

Cegah Longsor dan Amankan Sumber Air, Satgas Mata Air Ngadirejo Hijaukan Kawasan Hutan Tutur dengan 10.000 Bibit Cemara

“Salam Lestari” Foto Bersama seusai penanaman pohon Cemara: Prof. Dr. H. Muhammad Adib, Drs, MA. (Tutup kepala warna terang), Ivan Cahyo Susanto, S.Hut, ADM KPH Pasuruan (sebelah kiri), Atemo, Ketua LMDH Cemara Indah (berbaju hijau) dan para pegiat peduli lingkungan (Foto: Dok. Istimewa)

UNAIR NEWS – Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Cemara Indah melakukan aksi nyata dalam memitigasi bencana alam dan menjaga kedaulatan air. Aksi tersebut ditandai dengan meluncurkan Gerakan Penanaman 10.000 Pohon Cemara. Aksi kolaboratif ini berpusat di Petak 22 RPH (Resort Pemangkuan Huta) Sugro, Desa Ngadirejo, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, yang merupakan kawasan penyangga air penting di lereng pegunungan Bromo.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (6/2/2026) juga menghadirkan para pemangku kepentingan kunci. Termasuk Administratur (Adm) Perhutani KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Pasuruan Ivan Cahyo Susanto Shut; jajaran Forkompimca Tutur; serta akademisi Antropolog Ekologi UNAIR, Prof Dr Muhammad Adib MA. Hadir pula pada acara ini para pengurus LMDH dari Kecamatan Tohsari, Kecamatan Tutur, Kecamatan Puspo, dengan perwakilan Gus Makrus Solikin yang juga membidangi Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) Provinsi Jawa Timur. Tampak juga H. Samsu Edy Suyono dari Kelompok Tani Hutan Gondosuli Kec Puspo; Perwakilan Masyarakat Peduli Hutan dari Kecamatan Purwosari Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan, Kecamatan Lawang dan Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.

Dalam sambutan pembukaan acara di halaman kediaman Ketua LMDH Cemara Indah, Prof Adib selaku Kepala Laboratorium Manusia Budaya & Ragawi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNAIR memberikan pernyataan strategis terkait keberlanjutan program ini. Ia menegaskan bahwa Satgas Peduli Air (Satgas Mata Air Nusantara), sebagai kelanjutan dari pekan sebelumnya yang telah diluncurkan di Hotel Oak Lawang Malang (31/1/2026) siap memberikan pendampingan penuh terhadap program penguatan peduli air yang sedang dicanangkan oleh Kepala Desa dan LMDH di Desa Ngadirejo ini.

“Kami berkomitmen mendampingi desa dalam mengelola 62 kran sumber air yang masih mengalir di wilayah ini. Fokus utama kami adalah meningkatkan kuantitas debit dan menjaga kualitas airnya. Area di wilayah atas sumber-sumber tersebut harus diperkuat dengan tanaman sebagai catchment area (area tangkapan air) yang efektif,” tegas Prof Adib. Ia juga menambahkan bahwa penguatan program ini harapannya meluas ke desa-desa lain di seluruh kawasan Bromo.

Ketua LMDH Cemara Indah, Atemo, menyatakan bahwa penanaman 10.000 bibit cemara di lokasi terpilih ini bertujuan untuk memperkuat struktur tanah guna mencegah longsor. “Kami menanam pohon ini sebagai investasi masa depan untuk mengamankan 62 titik mata air yang menjadi urat nadi kehidupan warga desa,” ujarnya.

Administratur Perhutani Pasuruan, Ivan Sucahyono, menyambut baik langkah sinergis ini. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kawasan RPH Sugro adalah model ideal kemitraan kehutanan yang harus bisa menjadi contoh bagi wilayah lain.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari saresehan pemantapan program yang telah terlaksana pada Kamis malam (5/2/2026), sebagai forum konsolidasi ide antara warga, perangkat desa, dan para ahli serta peduli lingkungan.

Penulis: Departemen Antropologi FISIP