Universitas Airlangga Official Website

Cegah Nyeri Punggung dengan Relaksasi Otot Progresif dengan Terapi Akupresur

Pada masa kehamilan seorang wanita mengalami banyak perubahan baik fisiologis maupun psikologis. Perubahan fisiologis yang terjadi tidak hanya pada organ reproduksi tetapi juga sistem kardiovaskuler, pernafasan, ginjal, integumen, muskuloskeletal, neurologi, pencernaan dan endokrin yang dapat menimbulkan ketidak-nyamanan terutama trimester II dan III (Bobak, 2017). Perubahan fisik dapat berupa dispnea, insomnia, gingiviris dan epulsi, sering buang air kecil, tekanan dan ketidaknyamanan pada perineum, nyeri punggung, konstipasi, varises, mudah lelah, kontraksi Braxton hicks, kram kaki, edema pergelangan kaki (Potter& Perry, 2015). Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh ibu hamil pada trimester ke tiga adalah nyeri punggung. Nyeri punggung bisa muncul diawal trimester kemudian akan mengalami puncaknya memasuki trimester ketiga dan trimester kedua (Wulandari & Wantini, 2021).  

Nyeri punggung merupakan salah satu ketidaknyamanan yang paling umum dirasakan oleh ibu hamil trimester III selama masa kehamilan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 869 ibu hamil di Amerika Serikat, Inggris, Norwegia dan Swedia menunjukkan prevelensi nyeri punggung pada ibu hamil sekian 70-86% (Gutke et al., 2021). Hasil penelitian di India menyatakan bahwa prevelensi nyeri punggung pada ibu hamil trimester ketiga yaitu 33,7% terjadi pada 261 ibu hamil  (Ramachandra, 2017). Menurut Permatasari, 73,33% mengalami nyeri sedang, sedangkan yang mengalami nyeri berat 16,67% dan ringan 10%  (Permatasari, 2019).

Berdasaran profil data kesehatan Indonesia tahun 2015 terdapat 5.298.285 orang ibu hamil mengalami sakit punggung di Indonesia, di wilayah provinsi Jawa Tengah berjumlah 314.492 orang, di wilayah kota Semarang 53.734 orang ibu hamil mengalami nyeri punggung. Menurut penelitian Permatasari (2019) menemukan 73,33% mengalami nyeri sedang, sedangkan yang mengalami nyeri berat 16,67% dan ringan 10%  (Permatasari, 2019). Nyeri punggung yang terjadi selama kehamilan terjadi akibat perubahan anatomis tubuh dan masalah psikologis yang sering dikeluhkan, nyeri punggung yang paling umum dilaporkan, terjadi pada 60%-90% ibu hamil (Emília et al., 2017)..

Dampak keluhan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III ibu merasa tidak nyaman beraktivitas atau aktivitas terganggu, kecemasan, mengalami perubahan bentuk struktur tubuh, dan mengalami nyeri punggung jangka panjang sehingga meningkatkan kecenderungan nyeri punggung. (Hollingworth, 2011). Nyeri menyebabkan seseorang ibu hamil mengalami ketakutan serta kecemasan sehingga meningkatkan stress dan mengalami perubahan fisiologis selama kehamilan (Wulandari & Wantini, 2021). Nyeri serta kecemasan saling sinergis dan memperburuk antara satu sama lainnya tanda dari ketidak nyamanan pada ibu hamil dengan mengalami nyeri pada bagian punggung. Nyeri punggung menyebabkan seseorang mengalami ketakutan dan kecemasan sehingga mengakibatkan stress selama kehamilan sehingga berdampak pada proses kehamilan. 

Ibu hamil yang merasakan nyeri punggung akan merasakan ketakutan serta kecemasan sehingga meningkatkan stress dan mengalami perubahan fisiologis (M. Sulastri et al., 2022). Nyeri punggung pada kehamilan  sekitar 75-90% mempengaruhi tingkat kualitas hidup, membatasi aktivitas dan produktivitas. Bahkan membuat cacat fisik pada ibu hamil bahkan membuat fisik kecacatan pada ibu hamil (Fatmarizka et al., 2021).

Terapi yang bisa dilakukan untuk menguranggi nyeri punggung ibu hamil trimester ketiga antara lain relaksasi otot progresif,  akupresure BL23 dan GV3. Terapi relaksasi otot progresif dilakukan dengan cara gerakan mengencangkan dan melemaskan otot-otot pada satu waktu untuk memberikan perasaan relaksai secara fisik (Muflihah & Sari, 2022). Terapi relaksasi otot progresif juga dapat dilakukan dengan cara merenggangkan dan mengendurkan setiap kumpulan otot sekaligus akan menghasilkan relaksasi progresif terhadap seluruh tubuh, sekaligus menenangkan pikiran dengan melakukan peregangan selama tiga sampai lima detik dan memusatkan perhatian (Sadeghi et al., 2018). 

Relaksasi otot progresif adalah salah satu terapi komplementer yang dapat dilakukan perawat sebagai terapi nonfarmokologi. Relaksasi otot progresif dapat diberikan pada ibu hamil yang mengalami gangguan pada tidur, nyeri pada punggung, kecemasan, stress, dan manfaat dalam terapi relaksasi otot progresif dapat memberikan rasa rileks, tenang, mempelancar aliran darah, dan mengurangi ketegangan otot (Shafiq et al., 2022). Salah satu metode penangan nonfarmokologis untuk mengatasi nyeri punggung pada ibu hamil trimester III adalah dengan teknik relaksasi otot progresif yang dilakukan untuk menurunkan intensitas nyeri punggung (Dewi et al., 2020).

Demikian juga dengan terapi akupresure titik BL 23 dan GV 3, berdasarkan penelitian Permata Sari (2019), pada titik GV 3 menunjukkan  bahwa akupresur memilki pengaruh terhadap penurunan tingkat nyeri punggung ibu hamil (Permatasari, 2019). Tindakan akupresure dalam upaya menangani nyeri punggung dititik shenshu (BL 23) dapat memperlancar aliran darah terletak didaerah lumbar pada garis inferior yang sama dengan spinous process lumbar vetebrata kedua, titik (GV 3) dapat memperlancar aliran darah yang  letaknya  diantara lumbal ketiga dan keempat  (Rifkha Kurniati, 2021). Berdasarkan penelitian Ni Luh Putu (2020), menunjukkan terjadinya penurunan intensitas nyeri punggung ibu hamil trimester III setelah melakukan akupresur titik bladder 23 yang artinya ada pengaruh akupresur titik bladder 23 terhadap intensitas nyeri punggung bawah ibu hamil trimester III (Luh Putu Sentania Widhi Permana Putri et al., 2020).

Penulis: Dr. Esti Yunitasari, S.Kp., M.Kes

Untuk membaca lebih lengkap, silahkan bisa diakses di

https://aseestant.ceon.rs/index.php/scriptamed/article/view/47262