Universitas Airlangga Official Website

Celiprolol, Harapan Baru untuk Pasien Sindrom Ehlers-Danlos Vaskular

sumber: Hello Sehat
sumber: Hello Sehat

Sindrom Ehlers-Danlos vaskular (vEDS) adalah salah satu jenis kelainan jaringan ikat yang sangat serius dan langka. Penyakit ini disebabkan oleh mutasi gen yang membuat pembuluh darah dan organ menjadi sangat rapuh, sehingga risiko pecahnya pembuluh darah menjadi tinggi, bahkan bisa menyebabkan kematian mendadak. Karena belum ada pengobatan yang benar-benar efektif, para peneliti mulai meneliti potensi obat bernama celiprolol, yaitu obat beta-blocker yang sebelumnya digunakan untuk mengontrol tekanan darah.

Penelitian kami berusaha untuk meninjau berbagai studi observasional secara sistematis, dengan melibatkan lebih dari 300 pasien dari berbagai negara Eropa. Hasilnya menunjukkan bahwa celiprolol dapat mengurangi kejadian robeknya pembuluh darah secara signifikan. Pasien yang mengonsumsi celiprolol dalam dosis maksimal 400 mg per hari mengalami lebih sedikit kejadian darurat seperti diseksi atau pecahnya arteri. Efek samping yang paling sering muncul adalah pusing, lelah, dan tekanan darah rendah, tetapi sebagian besar pasien masih dapat melanjutkan pengobatan setelah penyesuaian dosis.

Penelitian juga menunjukkan bahwa pasien yang berhasil mencapai dosis maksimal celiprolol memiliki angka harapan hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan obat ini. Meskipun beberapa pasien tetap mengalami kejadian fatal, sebagian besar manfaat celiprolol terlihat jelas terutama dalam jangka panjang. Selain menurunkan tekanan darah, obat ini juga diduga memperkuat dinding pembuluh darah melalui efeknya terhadap protein kolagen dan sinyal TGF-beta dalam tubuh.

Secara keseluruhan, celiprolol menunjukkan harapan baru dalam pengobatan vEDS. Obat ini tidak hanya membantu mengurangi risiko kejadian berbahaya, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Meskipun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme kerja celiprolol secara menyeluruh, hasil saat ini sudah cukup kuat untuk mempertimbangkan celiprolol sebagai bagian dari penanganan vEDS. Para dokter disarankan untuk memantau efek samping dengan ketat dan menyesuaikan dosis sesuai kebutuhan pasien.

Link Publikasi : https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12195525/