UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali unjuk gigi di kancah nasional. Kabar membanggakan datang dari Sulton Arifin, mahasiswa Akuntansi angkatan 2022 yang berhasil melalui seleksi panjang dan ketat ajang pengabdian masyarakat Nutrifood Leadership Awards 2025 yang berlangsung dari bulan Agustus hingga awal Oktober.
Tidak hanya berhasil melaksanakan program pengabdian masyarakat yang berdampak, Sulton berhasil membawa pulang gelar Most Inspiring Contributor. Timnya, yakni Tim Health yang berjumlah empat orang dari berbagai universitas di Indonesia sukses menyabet gelar Most Inspiring Group melalui program Connecting of Happiness.
Program Connecting of Happiness
Sulton dan tim bermitra dengan Rumah Harapan Indonesia (RHI) untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh RHI. RHI merupakan rumah singgah yang menampung dan membantu anak-anak dari keluarga prasejahtera dengan penyakit berat tidak menular berusia 0-17 tahun yang dirujuk ke rumah sakit luar kota, terutama kota-kota besar.
“Selama program itu tugas kami adalah membuat policy brief. Jadi, kami merencanakan program apa yang akan kami lakukan. Salah satunya itu kami sempat audiensi dengan Dinas Kesehatan Semarang sebagai salah satu bentuk penyelesaian masalah dari RHI. Kami juga ikut terlibat buat cari sponsor dan donatur,” ujarnya.

Acara puncak bertajuk Open House Connecting of Happiness berhasil ia laksanakan dengan mengundang tamu undangan lengkap dari seluruh unsur pentahelix. Sulton menyebutkan bahwa pertemuan yang ia gagas bersama tim tidak hanya untuk ajang penggalangan dana. Tetapi juga untuk membangun kemitraan relasional antara seluruh pihak yang terlibat dengan RHI.
Persiapan Matang dan Komunikasi Kunci Keberhasilan
Meskipun sempat tersandung dalam perancangan program karena perbedaan kota dan kesibukan, Sulton mengungkapkan bahwa komunikasi yang efisien merupakan hal terpenting dari keberhasilan yang ia dan timnya raih.
“Menurutku, utamanya karena kami pembagiannya tugasnya jelas banget, posisinya pas. Kami sudah bagi tugas dari awal. Kalau ada kendala juga kami open dan saling back up. Kami bahkan selalu memikirkan dua skenario setiap kali ada perbedaan pendapat. Kira-kira kalau berjalan kendalanya bakal gimana, sampai memikirkan dan menyusun presentasi untuk akhir acara aja udah dari awal,” ungkapnya.
Ia juga berpesan, penting sebagai mahasiswa untuk sering memperhatikan dan terlibat dengan dunia luar. Tidak berhenti di kampus saja, apalagi fakultas atau jurusan. Menurutnya, pengalaman bertukar pikiran akan membuka skill baru yang berharga.
Penulis: Dinnaya Mahashofia
Editor: Yulia Rohmawati





