Universitas Airlangga Official Website

Ciptakan Generasi Sehat dengan Optimalisasi Kesehatan Reproduksi Remaja

Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Pada Siswa MA Al-Manar Prambon Nganjuk (Foto: Istimewa)

Kesehatan reproduksi adalah aspek penting yang tidak terpisahkan dari siklus kehidupan perempuan, mulai dari masa bayi hingga menopause. Pentingnya menjaga kesehatan reproduksi terutama ditekankan sejak masa remaja. Pasalnya, masa ini menjadi titik mulainya masa pubertas, saat organ reproduksi mulai berfungsi. Contohnya pada perempuan, dengan menstruasi sebagai penandanya. Remaja perempuan yang telah mengalami menstruasi membutuhkan berbagai informasi tentang kesehatan reproduksi.

Perempuan dengan pengetahuan yang baik mengenai kesehatan reproduksi cenderung lebih mampu menjaga kesehatan reproduksinya, yang pada akhirnya berkontribusi pada kualitas kesehatan reproduksinya saat dewasa hingga menopause. Mendapatkan pendidikan dan informasi terkait kesehatan reproduksi adalah bagian dari hak reproduksi, sebagai salah satu hak asasi manusia (HAM) di tingkat internasional.

Prodi Kebidanan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) telah melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan melalukan penyuluhan dengan tema “Optimalisasi Kesehatan Rperoduksi Remaja Sebagai Upaya Mewujudkan Generasi Bangsa Sehat di MA Al-Manar Prambon Nganjuk, yang melibatkan 2 dosen dan 3 mahasiswi Program Studi Kebidanan Universitas Airlangga sebagai narasumber pada kegiatan ini. Penyuluhan menghadrikan sekitar 100 siswi MA Al-Manar dari kelas X dan XI beserta gurunya.

Pelatihan Kader Remaja Sehat menggunakan media lembar balik
Pelatihan Kader Remaja Sehat menggunakan media lembar balik (Foto: Istimewa)

Materi penyuluhan pada kegiatan tersebut mengenai kesehatan reproduksi agar relevan dengan kehidupan sehari-hari. Topik yang menjadi pembahasan meliputi pengenalan organ reproduksi, menstruasi, keputihan, dan usia ideal untuk menikah. Penyuluhan menggunakan metode ceramah menggunakan bahasa yang sederhana serta media edukasi yang berisi banyak gambar untuk memudahkan peserta memahami informasi. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dari peserta selama dan setelah sesi penyuluhan.

Setelah materi penyuluhan dan sesi tanya jawab, kegiatan berlanjut dengan pengkaderan remaja, di mana 10 siswi kelas X MA terpilih sebagai kader. Dalam kegiatan ini juga ada simulasi proses konseling yang melibatkan para kader remaja. Para siswi sangat antusias, mengajukan berbagai keluhan seperti masalah menstruasi, keputihan, serta berbagi pengalaman mereka terkait kesehatan reproduksi.

Para siswi menyampaikan bahwa materi penyuluhan ini sangat bermanfaat karena sesuai dengan kehidupan sehari-hari dan berharap kegiatan serupa dapat terlaksana kembali dengan topik lain yang relevan untuk remaja. Melalui kegitan ini, harapannya para siswi dapat lebih memahami dan menyadari pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

Penulis: Rize Budi Amalia

Editor: Yulia Rohmawati