Universitas Airlangga Official Website

Dampak Obat Penyakit Jantung Terhadap Peningkatan Gula Darah dan Diabetes

Ilustrasi sakit jantung (foto: Halodoc)

Obat-obatan kardiovaskular merupakan bagian penting dalam pengobatan penyakit jantung, yang menjadi penyebab utama kematian di banyak negara, termasuk Indonesia. Dengan meningkatnya prevalensi penyakit jantung, penggunaan obat seperti diuretik, beta-blocker, dan statin semakin umum. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa beberapa obat ini dapat memiliki efek samping yang kurang disadari, yaitu meningkatkan kadar gula darah dan, dalam jangka panjang, berisiko menyebabkan diabetes. Data epidemiologi menunjukkan bahwa sekitar 5-10% pengguna obat golongan penyekat beta dan 1-2% pengguna statin berisiko mengalami peningkatan gula darah atau diabetes baru. Dengan tingginya angka ini, penting bagi masyarakat dan tenaga medis untuk memahami risiko yang mungkin ditimbulkan dan langkah pencegahannya. 

Beberapa jenis obat penyakit jantung, seperti  golongan diuretik, penyekat beta , penghambat saluran kalsium, dan statin (obat penurun kolesterol), berkontribusi pada peningkatan kadar gula darah dengan berbagai cara. Beberapa obat ini dapat mengurangi jumlah insulin yang diproduksi tubuh, sementara yang lain dapat mengganggu cara kerja insulin. Insulin adalah hormon yang membantu mengatur kadar gula darah. Jika insulin tidak bekerja dengan baik, gula dalam darah cenderung meningkat.

Untuk mengurangi risiko ini, penting bagi pasien yang menggunakan obat-obatan kardiovaskular untuk memantau kadar gula darah mereka secara teratur. Dokter biasanya merekomendasikan pemeriksaan rutin untuk memantau tanda-tanda awal peningkatan gula darah. Jika terdeteksi dini, langkah-langkah seperti modifikasi gaya hidup—termasuk diet sehat, peningkatan aktivitas fisik, dan penurunan berat badan—dapat membantu mengurangi risiko berkembangnya diabetes. Selain itu, pemilihan obat yang tepat juga menjadi kunci penting dalam mengurangi risiko ini. Dalam beberapa kasus, dokter dapat memilih obat dengan risiko lebih rendah terhadap metabolisme gula. Jika pasien mulai mengalami peningkatan gula darah, dokter mungkin akan menyesuaikan dosis atau mengganti obat dengan alternatif yang lebih aman.

Pasien juga perlu diedukasi tentang tanda-tanda gula darah tinggi, seperti rasa haus yang berlebihan, sering buang air kecil, dan mudah lelah. Dengan meningkatkan kesadaran ini, pasien dapat bekerja sama dengan dokter untuk mengelola kondisi mereka lebih baik dan mencegah komplikasi lebih lanjut akibat tingginya kadar gula darah. Tujuan utamanya adalah menjaga kesehatan jantung tanpa harus mengorbankan kesehatan metabolik. 

Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun beberapa obat kardiovaskular memiliki manfaat besar dalam mengobati penyakit jantung, mereka juga membawa risiko tertentu bagi metabolisme gula. Oleh karena itu, penting bagi dokter dan pasien untuk bekerja sama dalam merancang rencana pengobatan yang aman dan efektif, serta mengedepankan upaya pencegahan dan pemantauan secara berkala. Dengan cara ini, pasien dapat memperoleh manfaat maksimal dari pengobatan kardiovaskular tanpa meningkatkan risiko kesehatan lainnya.

Penulis : Wynne Widiarti, Pandit Bagus Tri Saputra, Cornelia Ghea Savitri, Johanes Nugroho Eko Putranto, Firas Farisi Alkaff 

Link : The impact of cardiovascular drugs on hyperglycemia and diabetes: a review of ‘unspoken’ side effects – PubMed