Universitas Airlangga Official Website

Dapur Gizi Cegah Stunting: Melalui Edukasi dan Demo Masak Nugget Ayam Kelor di Kelurahan Kalisari

Program kerja bidang kesehatan “Dapur Gizi Cegah Stunting” dilaksanakan oleh Mahasiswa BBK 7 Kalisari IV Tahun 2025 Universitas Airlangga. Kegiatan ini berlangsung pada 20 Januari 2026 pukul 09.00 WIB bertempat di Posyandu RT 3 RW 5 Kelurahan Kalisari.

Kegiatan ini menyasar 15 ibu balita serta anak-anak sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang dalam pencegahan stunting sejak usia dini.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang terjadi dalam jangka waktu lama, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dampak stunting tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan kognitif dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, edukasi mengenai gizi seimbang dan pola makan sehat menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan stunting di masyarakat.

Sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung upaya tersebut, mahasiswa BBK 7 Kalisari IV Universitas Airlangga melaksanakan program kerja bidang kesehatan bertajuk “Dapur Gizi Cegah Stunting” yang bekerja sama dengan Posyandu Kelurahan Kalisari.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk edukasi kesehatan dan demonstrasi memasak dengan sasaran utama ibu balita yang hadir di kegiatan Posyandu. Materi edukasi meliputi pengertian stunting, penyebab, dampak, serta upaya pencegahan melalui pemenuhan gizi seimbang, terutama dari sumber protein hewani dan sayuran bergizi.

Salah satu kader kesehatan setempat menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam mendukung program posyandu,

“Edukasi seperti ini penting sekali, karena ibu-ibu jadi lebih paham kalau pencegahan stunting itu bisa dimulai dari makanan sehari-hari di rumah, tidak harus mahal,” ujar salah satu kader kesehatan Posyandu Kelurahan Kalisari.

Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan nugget ayam kelor sebagai alternatif makanan sehat yang praktis, bergizi, dan disukai anak-anak. Daging ayam digunakan sebagai sumber protein hewani, sedangkan daun kelor mengandung vitamin dan mineral yang baik untuk menunjang pertumbuhan anak. Peserta diperkenalkan dengan bahan, cara pengolahan, serta tips penyajian agar makanan tetap menarik bagi anak.

Peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung, baik saat sesi edukasi maupun demonstrasi memasak. Beberapa ibu juga memberikan tanggapan positif setelah mencicipi hasil olahan nugget ayam kelor.

Salah satu ibu peserta kegiatan menyampaikan, “Enak, Mbak, nuggetnya. Anak-anak juga pasti suka. Tapi kurang, kurang banyak,” ujarnya sambil tersenyum, yang kemudian disambut tawa peserta lainnya. Ibu peserta lainnya juga menambahkan, “Biasanya anak saya susah makan sayur, tapi kalau dicampur kelor di nugget begini jadi nggak kelihatan, jadi lebih mau makan,” ungkap salah satu peserta. Respon positif tersebut menunjukkan bahwa menu yang diperkenalkan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan berpotensi diterapkan dalam menu sehari-hari di rumah.

Berdasarkan hasil tanya jawab sebelum dan sesudah kegiatan, terjadi peningkatan pemahaman peserta mengenai stunting dan pentingnya pemenuhan gizi seimbang. Minimal 25% peserta mampu menjelaskan kembali pengertian stunting, cara pencegahan, serta manfaat nugget ayam kelor sebagai makanan bergizi untuk anak.

Selain itu, peserta memahami langkah dasar pembuatan nugget ayam kelor sehingga dapat mempraktikkannya secara mandiri di rumah sebagai alternatif makanan sehat untuk anak.

Melalui program kerja Dapur Gizi Cegah Stunting, mahasiswa Universitas Airlangga berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu balita di Kelurahan Kalisari, tentang pentingnya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang. Dengan adanya kegiatan edukasi yang disertai praktik langsung, masyarakat diharapkan mampu menerapkan pola makan sehat bagi anak secara berkelanjutan di rumah.

Program ini juga memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, kader posyandu, dan masyarakat dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan di tingkat kelurahan.