UNAIR NEWS – Alumni S2 Psikologi Profesi Universitas Airlangga (UNAIR) membuktikan bahwa ilmu psikologi tidak hanya berperan pada ranah klinis. Sebagai seorang Penyuluh Sosial dan Pengembangan Komunitas Kabupaten Tulungagung, Mohammad Fauzi Setiawan, menjawab tantangan krisis air dan ekonomi dengan tindakan nyata.
Melalui inisiatif program Aksi Merdeka Air dan Tanaman untuk Alam (AMERTA), Fauzi bersama jejaring IKA UNAIR dan organisasi lainnya menciptakan solusi berkelanjutan bagi kawasan rawan kekeringan di Tulungagung selatan. Tak hanya menyediakan akses air bersih, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui pengembangan jenama kopi lokal.
“Kami melihat bahwa bantuan air tangki selama ini tidak menyelesaikan masalah secara mendasar. Penyebab utamanya adalah alih fungsi lahan dari hutan menjadi tanaman musiman seperti jagung, yang mengakibatkan sumber air mati. Dari situlah, bersama teman-teman IKA UNAIR, kami memetakan masalah dan melahirkan program AMERTA,” ujar Fauzi.

Dampak Nyata
Fauzi menjelaskan, program AMERTA dirancang melalui pendekatan holistik dengan mencakup empat level intervensi yang saling berkaitan. Level pertama adalah penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor. Kemudian berfokus pada pemberdayaan ekonomi serta pengembangan proses pengolahan produk. Terakhir, yaitu pengoptimalan potensi wisata yang berkelanjutan.
“Jadi strategi kami bertahap. Tidak langsung melompat ke wisata, karena masyarakat perlu disiapkan dulu. Dimulai dari air bersih, lalu pertanian berkelanjutan, processing hasil, dan baru kemudian ke pengembangan wisata yang mampu menampung produk lokal. Selama ini langsung melompat ke wisata tapi tidak dibangun apakah nanti di sana itu sudah siap oleh-olehnya dan lainnya,” jelasnya..
Dampak nyata program ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Sebelumnya, warga harus turun sejauh 400 meter untuk mengambil air. Kini, Fauzi menyebutkan sekitar 250 KK mampu mengakses air bersih berkualitas. “Karena kita mengambil airnya dengan pengeboran sedalam 86 meter, hasil airnya jadi sangat berkualitas. Mereka sekarang punya air yang aman konsumsi, ini sangat melegakan hati,” tutur Fauzi.

Mimpi Besar
Meski melalui berbagai tantangan, Fauzi tak hanya berhenti pada pemenuhan air bersih. Ia juga melakukan pendampingan UMKM kopi lokal. “Kopi itu pangsa pasarnya ada, punya manfaat ekologis juga. Selain itu, kopi juga punya potensi historis dengan masa simpan panjang,” sebutnya.
Kedepannya, Fauzi berharap mampu memulihkan ekologi Tulungagung selatan sekaligus menjadikannya kawasan yang bisa mandiri secara ekonomi. “Kami optimis bahwa program-program yang berdampak langsung pada masyarakat ini sangat bisa untuk direplikasi. Sehingga dampaknya itu akan lebih luas. Jadi secara program, amerta itu sangat mungkin untuk direplikasi oleh kampus,” pungkasnya.
Penulis: Mohammad Adif Albarado
Editor: Ragil Kukuh Imanto





