UNAIR NEWS – Mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dalam ajang International Multidisciplinary Student Competition (IMSC) yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya, Malang, pada Sabtu (1/11/2025), tim dari FKG Universitas Airlangga berhasil meraih Juara 3 kategori International Public Poster Competition.
Tim tersebut terdiri atas Maryam Hanifa Hakim dan Amirah Sabrina, mahasiswi FKG UNAIR angkatan 2023, dengan dosen pembimbing Dewina Marsha Larasati drg SpPerio. Karya berjudul “From Clinic to Dental Chair: Treat Diabetes with CARE” mengangkat keterkaitan antara diabetes dan kesehatan gigi. “Penderita diabetes berisiko dua hingga tiga kali lebih tinggi mengalami penyakit gusi dan infeksi mulut. Kami ingin masyarakat sadar bahwa menjaga kesehatan gigi juga bagian dari pengendalian diabetes,” jelas Maryam.
Inspirasi dan Proses Persiapan
Maryam menceritakan bahwa keikutsertaannya berawal dari unggahan lomba di media sosial. “Karena sedang libur semester, aku pikir kenapa tidak isi waktu dengan hal produktif. Akhirnya aku ajak Amirah ikut bareng,” tuturnya. Dalam tim, Maryam berperan pada ide dan desain visual, sedangkan Amirah fokus pada riset dan penyusunan materi.
Motivasi utama mereka adalah mencari pengalaman baru sekaligus menantang diri. “Kami sering lihat teman-teman lain menang lomba, jadi sempat fomo tapi yang bermanfaat, fomo berprestasi gitu,” ujarnya. Mereka juga ingin menunjukkan bahwa mahasiswi kedokteran gigi memiliki kontribusi besar dalam isu kesehatan masyarakat.
Perjalanan menuju panggung juara tidaklah mudah. Tim sempat berada di daftar waiting list dan baru mendapat kabar lolos sembilan hari sebelum lomba. “Waktunya super mepet buat nyiapin semuanya, tapi kami saling dukung dan tetap tenang,” katanya. Meski waktu terbatas, keduanya tetap berlatih intensif menyiapkan presentasi terbaik.
Presentasi Kreatif dan Pengalaman Berharga
Yang membuat karya mereka menonjol adalah cara penyampaian yang kreatif. “Kami bawa boneka namanya Boni buat bantuin presentasi, semacam mini drama gitu. Seru banget walau deg-degan karena pakai bahasa Inggris,” cerita Maryam. Pendekatan unik itu menarik perhatian juri hingga mengantarkan mereka meraih posisi ketiga.
Bagi Maryam dan Amirah, pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga dalam hal akademik, kerja sama, dan pengembangan diri. “Kami jadi tahu cara juri menilai, belajar dari kelompok lain, dan makin pede ikut lomba lagi,” ungkapnya. Prestasi ini menjadi bukti semangat inovatif mahasiswi FKG UNAIR dalam membawa ilmu kedokteran gigi ke ranah yang lebih luas serta memperkuat citra akademik UNAIR di tingkat nasional.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





