UNAIR NEWS – Kebiasaan membaca sejak usia dini membawa Alberta Natasia Adji, alumnus Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), menapaki perjalanan panjang hingga berhasil menembus pasar buku internasional. Melalui karya terbarunya berjudul The Longing, Natasia menunjukkan bahwa proses kreatif yang konsisten, berpijak pada literasi kuat, mampu melahirkan karya sastra yang relevan secara global.
Sejak kecil, Natasia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menanamkan budaya membaca. Ia aktif mengeksplorasi berbagai genre, mulai dari cerita anak hingga sastra klasik. Kebiasaan tersebut membentuk cara berpikir kritis dan kepekaan terhadap realitas sosial yang kemudian ia tuangkan ke dalam tulisan. Ketertarikan pada dunia sastra terus berkembang hingga mengantarkannya menempuh pendidikan di FIB UNAIR, tempat ia memperdalam kajian sastra dan sejarah Tionghoa Indonesia.
Siapa Alberta Natasia Adji dikenal sebagai penulis yang konsisten menulis sejak remaja. Ia merilis Youth Adagio pada 2013 dan Dante: The Faery and the Wizard pada 2014. Karya terbarunya, The Longing, terbit pada 2025 melalui penerbit internasional Penguin Random House SEA. Keberhasilan tersebut menandai langkah penting dalam karier kepenulisannya sekaligus membuka ruang dialog sastra Indonesia di tingkat global.
Melalui The Longing, Natasia mengangkat kisah tiga perempuan Tionghoa dengan latar tiga era sejarah Indonesia, yaitu masa Soekarno, Orde Baru, dan Reformasi. Novel ini membahas isu identitas budaya, gender, agama, dan kelas sosial secara mendalam. Ia memilih pendekatan naratif yang reflektif untuk menunjukkan dinamika sosial yang terus berubah seiring waktu.
Mengapa karya ini mendapat perhatian luas karena Natasia menggabungkan riset akademik dengan kekuatan bercerita. Perspektif kritis yang ia peroleh selama studi di FIB UNAIR serta pengalaman studi lanjut di Australia memperkaya sudut pandang dalam novelnya. Ia tidak hanya menulis cerita, tetapi juga menghadirkan konteks sejarah dan sosial yang kuat.
Bagaimana proses kreatif tersebut berjalan melalui disiplin membaca, menulis, dan mengamati lingkungan sekitar. Natasia juga membagikan pesan bagi calon penulis muda agar terus setia pada genre yang dipilih dan tidak mudah menyerah. Perjalanan dari rak buku rumah menuju pasar buku dunia membuktikan bahwa literasi yang konsisten mampu membuka peluang tanpa batas.
Baca Juga:
Merawat Ingatan Lewat Sastra, Alumnus UNAIR Angkat Kisah Etnis Tionghoa ke Panggung Internasional





