Munculnya penghambat titik pemeriksaan imun (Immune Checkpoint Inhibitors, ICIs) telah merevolusi lanskap pengobatan untuk berbagai keganasan dengan memanfaatkan sistem imun tubuh untuk menargetkan sel kanker. Namun, penggunaannya yang meluas telah mengungkap spektrum efek samping terkait imun, yang menyoroti keseimbangan penting antara imunitas antitumor dan autoimunitas. Artikel tinjauan ini menggali ke dalam tentang imunologi molekuler ICI, memetakan perjalanan dari tindakan terapeutiknya hingga induksi efek samping terkait imun yang tidak diinginkan. Kami memberikan gambaran umum yang komprehensif dari semua ICI yang tersedia, termasuk protein 4 terkait limfosit T sitotoksik, protein kematian sel terprogram 1, inhibitor ligan kematian terprogram 1, dan target yang muncul, membahas mekanisme aksi, aplikasi klinis, dan dasar molekuler dari efek samping terkait imun. Perhatian khusus diberikan pada aktivasi sel T dan sel B autoreaktif, pelepasan sitokin, dan kaskade inflamasi, yang bersama-sama berkontribusi pada perkembangan efek samping terkait imun. Melalui sudut pandang molekuler, kami mengeksplorasi manifestasi klinis dari efek samping terkait imun di seluruh sistem organ, yang menawarkan wawasan tentang diagnosis, manajemen, dan strategi untuk mengurangi efek samping ini. Tinjauan ini menggarisbawahi pentingnya memahami interaksi yang rumit antara peningkatan respons antitumor dan meminimalkan efek samping terkait imun, yang bertujuan untuk memandu penelitian di masa mendatang dan pengembangan ICI generasi berikutnya dengan profil keamanan obat yang lebih baik.
Penulis:
dr. Henry Sutanto
dr. Ardea Safira
Dr. dr. Deasy Fetarayani, Sp.PD, K-AI
Informasi lebih lengkap dari tinjauan pustaka ini dapat dilihat pada tulisan kami di:
From tumor to tolerance: A comprehensive review of immune checkpoint inhibitors and immune-related adverse
Henry Sutanto, Ardea Safira, and Deasy Fetarayani





