Universitas Airlangga Official Website

Data Analyst Jadi Karier Prospektif, Ini Persiapan yang Perlu Dilakukan Mahasiswa

Panitia, narasumber, dan peserta Bisik Keprofesian Vol. 2 berfoto bersama di Gedung Nano, Kampus MERR-C Universitas Airlangga, Minggu (21/9/2025). (Foto: Istimewa)
Panitia, narasumber, dan peserta Bisik Keprofesian Vol. 2 berfoto bersama di Gedung Nano, Kampus MERR-C Universitas Airlangga, Minggu (21/9/2025). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa Statistika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga menggelar Bisik Keprofesian Vol. 2. Sesi bertajuk “Connecting Campus and Career: a Data Analyst’s Perspective” disampaikan oleh Marcelena Vicky Galena S, Stat, Data Analyst PT Sentra Vidya Utama (SEVIMA) sekaligus Alumni Statistika UNAIR 2021, pada Minggu (21/9/2025). Acara berlangsung di Gedung Nano, Kampus MERR-C Universitas Airlangga. Puluhan mahasiswa dari berbagai program studi hadir antusias. Sesi dirancang interaktif agar peserta memahami tantangan dan strategi membangun karier di bidang data.

Menyiapkan Karier di Era Digital

Marcelena menekankan tiga kompetensi utama yang perlu ada pada lulusan Statistika, yaitu komunikasi, kreativitas, dan kemampuan analitis. Persiapan karier dapat melalui sertifikasi, pembangunan portofolio, serta mengikuti kursus tambahan. Cara ini membuat kemampuan akademik lebih relevan dengan kebutuhan industri. “Pengalaman magang, organisasi, atau proyek nyata sangat membantu membangun portofolio sekaligus melatih soft skills seperti kepemimpinan dan problem-solving,” ujarnya. Ia menambahkan mahasiswa perlu mengasah kemampuan sejak awal. Dengan begitu, ketika memasuki dunia kerja, mereka sudah memiliki pengalaman konkret untuk ditunjukkan employer.

Marcelena Vicky Galena S, Stat, menyampaikan materi kepada peserta di Gedung Nano, Kampus MERR-C Universitas Airlangga, Minggu (21/9/2025). (Foto: Istimewa)
Data Analyst: Peluang dan Tantangan

Profesi Data Analyst disebut salah satu peluang terbesar bagi lulusan Statistika di era digital. Peran ini mencakup mendukung pengambilan keputusan berbasis data, mengoptimalkan proses bisnis, dan mendorong inovasi melalui big data serta machine learning. Marcelena menyoroti tantangan fresh graduate, antara lain perbedaan teori kampus dan praktik industri. Mereka juga sering belum terbiasa menggunakan tools profesional seperti SQL, Visual Studio Code, dan GitLab. Adaptasi terhadap budaya kerja cepat dan kolaboratif menjadi tantangan tambahan. Ia menyarankan mahasiswa melakukan proyek kecil, simulasi analisis data, dan mengikuti komunitas data science agar lebih siap menghadapi pekerjaan nyata.

Tips Tetap Kompetitif

Selain menguasai fundamental statistika, matematika, dan logika pemrograman, Marcelena menekankan pentingnya membangun jaringan profesional (networking). Mahasiswa juga perlu memperkuat personal branding dan terus mengembangkan soft skills. Kemampuan berkomunikasi dengan tim non-teknis, menyajikan visualisasi data jelas, serta memahami konteks bisnis menjadi poin penting. Hal ini memastikan analisis memiliki nilai nyata bagi perusahaan.

Sesi berujung dengan diskusi interaktif. Mahasiswa berkesempatan bertanya langsung dan mendapatkan tips membangun karier di bidang data. Marcelena menekankan bahwa persiapan terstruktur sejak dini, pengembangan kompetensi berkelanjutan, dan pengalaman nyata menjadi kunci sukses lulusan Statistika memasuki dunia kerja yang dinamis dan kompetitif.

Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto