Universitas Airlangga Official Website

Seminar FEB UNAIR Angkat Transformasi Bisnis Syariah Menuju SDGs 2030

Suasana Seminar Bisnis Islam bertajuk “Strengthening the Foundations of Islamic Economy as a Strategic Driver for Business Transformation Towards Achieving the SDGs 2030” yang diselenggarakan FEB UNAIR pada Sabtu (20/9/2025). (Foto: Istimewa)
Suasana Seminar Bisnis Islam bertajuk “Strengthening the Foundations of Islamic Economy as a Strategic Driver for Business Transformation Towards Achieving the SDGs 2030” yang diselenggarakan FEB UNAIR pada Sabtu (20/9/2025). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga menyelenggarakan Seminar Bisnis Islam pada Sabtu (20/9/2025). Mengusung tema “Strengthening the Foundations of Islamic Economy as a Strategic Driver for Business Transformation Towards Achieving the SDGs 2030”, kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Tika Widiastuti, S.E., M.Si., dosen Ekonomi Islam UNAIR, serta Wildan Salim, Founder Fadlkhera Official, sebagai narasumber utama.

Semangat Wirausaha Syariah

Sesi pertama menghadirkan Wildan Salim yang membagikan kisahnya merintis bisnis fesyen muslim sejak 2015. Ia memulai usaha dengan keterbatasan modal, tetapi tetap berpegang pada mimpi besar untuk mengedukasi pasar sekaligus beradaptasi dengan perkembangan digital marketing.

“Ketika punya mimpi besar, kita punya energi yang tidak akan habis,” ujarnya. Wildan menegaskan bahwa visi besar menjadi sumber semangat untuk terus berinovasi dan menghadapi tantangan. Komitmen itu ia wujudkan dengan menjaga prinsip syariah dalam setiap aspek usaha, mulai dari akad tanpa riba, transparansi kontrak kerja, hingga pemberian gaji tepat waktu meski di tengah pandemi.

Ekonomi Islam dan SDGs 2030

Pada sesi kedua, Prof. Dr. Tika Widiastuti, S.E., M.Si., menegaskan bahwa penguatan pondasi ekonomi Islam menjadi kunci dalam mendorong transformasi bisnis dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030. Ia menjelaskan bahwa prinsip maqashid syariah yang mencakup penjagaan agama, jiwa, akal, keturunan, harta, dan lingkungan memiliki keselarasan erat dengan 17 poin SDGs.

“Ekonomi Islam hadir bukan sekadar transaksi, melainkan instrumen keberlanjutan dan keadilan sosial. ZISWAF berperan aktif dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mencontohkan start-up Evermos yang menghubungkan UMKM dengan pasar melalui ekosistem distribusi berbasis syariah. Menurutnya, Evermos menjadi bukti bahwa nilai-nilai Islam dapat hadir dalam transformasi bisnis sekaligus berkontribusi nyata pada pencapaian SDGs.

Penulis: Era Fazira

Editor: Ragil Kukuh Imanto