Deep vein thrombosis (DVT) paling sering terjadi pada ekstremitas bawah dan terkait dengan triad Virchow. Sementara reaktivasi varicella-zoster virus (VZV)jarang terjadi ketika terjadi pada dermatom ekstremitas bawah. Komorbiditas penyakit kardiovaskular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan dislipidemia dapat mengganggu imunitas seluler. Individu dengan gangguan kekebalan tubuh, termasuk mereka yang memiliki komorbiditas kardiovaskular, berisiko tinggi mengalami reaktivasi VZV, yang dapat menyebabkan manifestasi klinis atau komplikasi yang tidak lazim. Diabetes melitus, khususnya, telah terbukti secara signifikan meningkatkan risiko terkena infeksi herpes zoster hingga 1,6 kali lipat. Studi ini menyajikan dan membahas infeksi herpes zoster pada individu dengan gangguan kekebalan tubuh, yang memiliki manifestasi serupa tetapi dapat menyebabkan komplikasi DVT yang tidak terduga, serius, dan mengancam jiwa.
Seorang wanita berusia 52 tahun dengan berat badan berlebih dan diabetes melitus datang ke unit gawat darurat dengan demam selama 3 hari dan tungkai kiri yang tiba-tiba bengkak, nyeri, dan bengkak. Tidak ada riwayat cacar air, trauma, pembedahan, atau imobilisasi. Dia menggunakan insulin glulisine dan glargine. Pemeriksaan fisik normal, kecuali erupsi kulit yang ditandai dengan kelompok vesikel-pustula-lepuh yang mengikuti dermatom L4–L5. Tes laboratorium menunjukkan leukositosis dan peningkatan kadar D-dimer. Ultrasonografi dupleks dilakukan, yang menunjukkan defek pengisian trombotik pada vena femoralis komunis kiri dan DVT pada tungkai kiri. Pasien diobati dengan asiklovir oral, suntikan subkutan fondaparinux, insulin glargine, dan glulisine. Gejalanya membaik dalam 7 hari selama masa rawat inapnya. Setelah keluar dari rumah sakit, evaluasi ultrasonografi dupleks lanjutan menunjukkan adanya trombus yang berkurang pada vena femoralis komunis kiri.
Kasus ini menghadirkan seorang pasien perempuan dengan manifestasi klinis kompleks yang menimbulkan tantangan dalam mencapai diagnosis yang akurat. Gejala pembengkakan dan ketidaknyamanan pada kaki dapat menjadi indikasi berbagai kondisi, seperti DVT, selulitis, atau abses, selain herpes zoster. Akibatnya, diagnosis yang tepat waktu dan akurat sangat penting dalam memastikan pemberian pengobatan yang tepat. Oleh karena itu, selain pemberian antikoagulan dan pengelolaan faktor risiko penyakit kardiovaskular, pengobatan herpes zoster yang efektif berperan penting dalam meminimalkan risiko kumulatif trombosis. Pendekatan multidisiplin sangat penting dalam menangani berbagai aspek skenario klinis yang kompleks ini.
Kasus ini menyoroti bahwa reaktivasi VZV pada individu dengan gangguan kekebalan tubuh dapat dipersulit oleh DVT. Diperlukan kewaspadaan klinis yang lebih tinggi terhadap herpes zoster dan komplikasi terkait dengan manifestasi yang serupa, untuk memberikan pengobatan yang tepat dan cepat, serta mencegah hasil yang lebih buruk. Laporan kasus ini menyoroti kejadian langka infeksi herpes zoster di ekstremitas bawah, yang menyebabkan perkembangan DVT pada pasien dengan gangguan kekebalan. Laporan ini menekankan kerentanan individu dengan gangguan kekebalan dengan infeksi herpes zoster terhadap DVT bersamaan, yang menimbulkan tantangan diagnostik karena kesamaan gejala yang muncul. Diagnosis yang akurat dan tepat waktu sangat penting dalam pemberian perawatan yang tepat dan pencegahan komplikasi lebih lanjut.
Penulis : Meity Ardiana1* , MD; Inna Maya Sufiyah1 , MD; Safira Rahma2 , MD
Link : https://journal.iha.org.ir/article_206740.html
Baca juga: Apa itu Bakterial Vaginosis dan Apakah Faktor Risikonya?





