UNAIR NEWS – Delegasi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) melakukan kunjungan ke kantor HITOWA di Shinagawa Intercity C Building, Tokyo. Dekan FIB Syahrur Marta Dwisusilo PhD dan Nunuk Endah Srimulyani PhD selaku koordinator program studi Bahasa dan Sastra Jepang memimpin delegasi, Kunjungan yang berlangsung Selasa (25/11/2025) tersebut menjadi langkah lanjutan bagi FIB dalam memperluas jejaring internasional di bidang pengabdian masyarakat dan kolaborasi Dunia Usaha dan Industri (DUDIKA).
Lembaga pelayanan keperawatan HITOWA Care Service Co., Ltd. sebagai salah satu bagian dari HITOWA Group Jepang merupakan penyedia berbagai layanan perawatan lansia dan kebutuhan sehari-hari. HITOWA menyediakan layanan berupa 144 fasilitas rumah lansia “Irise” yang tersebar di seluruh Jepang. Untuk mengatasi tantangan kekurangan dan banyaknya kebutuhan tenaga kerja di sektor perawatan tersebut, HITOWA berinisiatif membuka jalur rekrutmen internasional. Termasuk para calon tenaga dari Indonesia. Kini, HITOWA melakukan kerja sama dengan beberapa universitas di Indonesia demi mengembangkan dan merekrut sumber daya manusia unggul di bidang layanan keperawatan.
Mengkaji Program Pelatihan HITOWA
Akihiro Yamamoto selaku Executive Officer Business di HITOWA menyambut dengan hangat kunjungan delegasi FIB. Delegasi FIB kemudian meninjau secara langsung skema pelatihan program HITOWA Care Academy Indonesia. Agenda lawatan kali ini adalah mengkaji program HITOWA yang berpotensi menghadirkan peluang pengembangan kompetensi serta pembelajaran global bagi dosen maupun mahasiswa UNAIR di bidang layanan keperawatan profesional.

HITOWA Care Academy Indonesia yang baru saja berkembang pada Mei 2025 ini menawarkan program pembelajaran perawatan gaya Jepang dan gaya HITOWA. Yaitu metode kaigo (perawatan lansia) dengan sentuhan tangan manusia yang mengusung nilai dasar “hito” (manusia) dan “wa” (harmoni). Program akademi ini akan dimulai melalui skema pelatihan instruktur dengan pembekalan langsung di Jepang. Peserta akan mendapatkan pelatihan dengan total jam belajar sekitar 80 jam, dan batch pertama akan direncanakan diterima pada Oktober 2026.
“Merawat manusia harus dilakukan oleh manusia. Sehingga membina talenta yang mampu menghadirkan perawatan yang menyentuh hati menjadi misi utama dari program ini,” ungkap Yamamoto. Hal tersebut sesuai dengan slogan utama HITOWA, yaitu “Hito no tame ni. Hito no chikara de. Tomo ni ashita e” (demi manusia, dengan kekuatan manusia, melangkah bersama menuju hari esok).
Dengan adanya kunjungan dari delegasi FIB ke pusat pelatihan HITOWA, harapannya menjadi langkah konkret untuk membuka peluang bagi dosen dan mahasiswa. Khususnya untuk memasuki dunia kerja keperawatan internasional dengan kualitas profesionalisme yang tinggi.
Penulis: Dhaniswari Ananta Ayu MHum
Editor: Yulia Rohmawati





