UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Duta Keterbukaan Informasi Publik Nasional (KIP) 2025. Dalam kompetisi tersebut, tiga mahasiswa UNAIR berhasil menempatkan diri di jajaran finalis terbaik dan meraih penghargaan memukau.
Delegasi UNAIR yang terdiri dari Deny Aditya Pratama S2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang berhasil meraih Juara Harapan I Duta KIP Nasional 2025. Selain itu, Putu Indah Dita Padmayani Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Arifatun Nazilah Fakultas Vokasi (FV) yang masing-masing masuk sebagai Finalis dan Top 9 Duta KIP Nasional 2025.
Ajang Duta KIP Nasional 2025 merupakan kompetisi tingkat nasional yang berlangsung melalui kolaborasi. Ketiga instasni yang berkolaborasi adalah Komisi Informasi Pusat, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, serta PPID Perguruan tinggi Negeri. Kegiatan ini berlangsung pada (5/12/2025) di Universitas Brawijaya (UB) dan dengan 43 peserta dari 19 perguruan tinggi negeri se indonesia. “Dari total keseluruhan peserta, akan melalui proses seleksi ketat hingga tersisa sembilan finalis terbaik,” jelas Deny.
Kompetisi ini mengangkat bidang keterbukaan informasi publik dengan tema penguatan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik dalam tata kelola kampus maupun pemerintahan. Para peserta diuji melalui berbagai tahapan penilaian yang menuntut pemahaman regulasi, kemampuan berpikir kritis, serta kecakapan komunikasi publik.
Persiapan dan Tantangan
Deny menjelaskan bahwa persiapannya bermula dengan mendalami Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, memahami peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), serta mengkaji isu-isu aktual terkait good governance. Selain itu, public speaking juga menjadi kemampuan penting yang harus peserta kuasai.
“Para peserta juga didorong untuk mempelajari materi debat, gagasan program, simulasi fit and proper test. Selain itu melatih kemampuan komunikasi agar argumentasi yang disampaikan tetap sistematis, berbasis data, dan beretika,” tambah Deny.
Lebih lanjut, Deny menegaskan bahwa keterampilan paling penting dalam kompetisi ini adalah penguasaan substansi, berpikir kritis, dan komunikasi publik. Tantangan terbesar yang ia hadapi adalah dinamika debat nasional dengan topik yang kompleks dan keterbatasan waktu. Hal tersebut mampu Deny atasi melalui pembagian peran yang jelas, saling menguatkan antaranggota, serta konsistensi berpegang pada data, regulasi, dan etika komunikasi.
Keikutsertaannya dalam ajang ini dengan motivasi untuk berkontribusi nyata dalam mendorong keterbukaan informasi publik. Selain itu, membawa nama Universitas Airlangga di tingkat nasional. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Airlangga mampu berperan aktif sebagai agen perubahan dalam membangun budaya transparansi dan tata kelola yang baik di Indonesia.
“Prestasi lahir dari keberanian memulai dan kesungguhan menjalani proses. Setiap pengalaman adalah bekal berharga untuk tumbuh dan memberi dampak,” pungkas Deny.
Penulis: Muhammad Nabil Fawaid
Editor: Ragil Kukuh Imanto





